News  

Khutbah Idul Fitri, Dr. K.H.  Sa’roni NA.,  M.Pd. Kupas Makna Fitroh bagi Manusia

Pimpinan Pondok Pesantren Sa’id Yusuf Kampung Parungbingung, Depok, Dr. KH. Saroni NA., M.Pd. menjadi  khatib  shalat Idul Fitri di Masjid Darul Mu’minin Kampung Parungbingung, Depok,  Sabtu (22/4/2023). (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Depok- Setiap orang yang berpuasa di bulan Ramadhan berharap kembali fitri. Namun, apakah makna fitri (fitroh) itu?

Pimpinan Pondok Pesantren Sa’id Yusuf Kampung Parungbingung, Depok, Dr. K.H. Sa’roni NA., M.Pd., mengupas makna fitroh bagi manusia saat mengisi khutbah shalat Idul Fitri di Masjid Darul Mu’minin Kampung Parungbingung, Sabtu (22/4/2023). “Fitroh adalah sifat awal manusia ketika baru dilahirkan yg tidak punya dosa dan kesalahan satu titik pun,” kata Dr. Sa’roni

Ia lalu mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW  yang  diriwayatkan oleh  Imam Muslim: “Setiap manusia yang baru lahir/ dilahirkan dalam keadaam suci,  maka orang tuanya-lah  yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.

“Kita disebut fitroh karena kita beribadah di bulan Ramdhan dan membakar dosa-dosa kita melalui ibadah wajib dan ibadah sunah seperti membaca Quran, sahalat Taraweh, sedekah dan lain-lain,” ujarnya.

“Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Sehingga dosa-dosa  kita bersih dan kita kembali fitroh seperti  semula saat baru dilahirkan,” kata Dr Sa’roni.

Ia menegaskan, tujuan pendidikan Ramadhan adalah mendidik Muslim  agar menjadi manusia yang bertakwa. Indikasi ketakwaan tersebut tidak hanya  saat  bulan Ramadhan. Tidak kalah pentingnya adalah menerapkan amaliah Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadhan berlalu.

“Teruskan mengamamalkan  apa yang kita lakukan di selama bulan Ramadhan  dengan  penuh keikhlasan. Bila hal itu kita lakukan, maka kita disebut manusia yang bertakwa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *