Milenianews.com, Jakarta—Dosen Tetap Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Jakarta, Dr. KH. Hasani Ahmad Said, S.Th.I, M.A., C.DAI., menjadi khatib sekaligus imam shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Bina GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah, termasuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hasani Ahmad Said yang juga Wakil Sekretaris Komisi Dakwa MUI Pusat Tahun 2025-2030 mengemukakan bahwa belajar dari Ramadhan menuju ketakwaan sejati adalah inti dari ibadah puasa, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

“Ramadhan bertindak sebagai ‘madrasah’ atau sekolah jiwa yang mendidik manusia untuk meningkatkan iman, kepedulian sosial, dan pengendalian diri,” kata Dr. Hasani Ahmad Said yang juga Kaprodi Ilmu Tasauf UIN Jakarta.
Ia lalu menjabarkan pelajaran dan langkah-langkah belajar dari Ramadhan menuju ketakwaan sejati:
- Peningkatan Disiplin Diri dan Pengendalian Hawa Nafsu.
“Ramadhan melatih kejujuran dan disiplin, karena seseorang menahan diri dari makan, minum, dan perbuatan buruk meskipun dalam keadaan tidak ada yang melihat, semata-mata karena Allah. Ini melatih kesabaran dalam menahan nafsu,” kata Dr. Hasani Ahmad Said yang juga ketua PBMA Bidang Dakwah.
- Memupuk Kepedulian Sosial (Empati).
“Dengan merasakan lapar dan haus, umat Muslim dididik untuk lebih empati kepada sesama, terutama mereka yang kurang beruntung, yang meningkatkan kualitas takwa dan sosial,” ujar Dr. Hasani Ahmad Said yang juga Pembina ADDAI (Asosiasi Da’i Da’iyah Indonesia).
- Ikhlas dan Kejujuran dalam Beribadah.
“Puasa mendidik diri untuk ikhlas dan tidak ingin dipuji manusia, murni karena ketaatan kepada perintah Allah,” kata Dr. Hasani Ahmad Said yang juga Waketum MPN HISSI (Himpunan Ilmuwan Sarjana Syariah Indonesia).

- Peningkatan Kualitas Ibadah (Ruhani).
“Ramadhan menjadi momentum memperbanyak amal saleh, seperti membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, sedekah, dan i’tikaf,” ujarnya.
- Konsistensi (Istiqamah) Pasca-Ramadhan.
“Ketakwaan sejati diukur dari konsistensi ibadah setelah bulan Ramadhan berlalu. Sembahlah Allah sepanjang hidup, bukan hanya saat Ramadhan, seperti yang ditekankan dalam ajaran Islam (QS. Al-Hijr: 99),” kata Dr. Hasani Ahmad Said yang juga ketua Yayasan Lentera Al-Qur’an.
- Kepekaan Spiritual dan Kesadaran Batin.
Menurut alumnus S3 Islamic Studies, Tafsir Al-Qur’an SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, puasa melatih kesadaran batin bahwa manusia senantiasa dalam pengawasan Allah SWT, yang melahirkan kekuatan moral dan keteguhan iman.
“Ramadhan mendidik manusia untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, sabar, dan bertakwa, yang bertujuan menjadikan ketakwaan tersebut terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. Hasani Ahmad Said yang juga pengisi acara dakwah di perkantoran, masjid, TVRI dan televisi swasta.













