Milenianews.com, Jakarta – Ulang tahun biasanya identik dengan kue, doa, dan harapan baru. Namun bagi Muhammad Muammar Qadavi, September 2025 justru menghadirkan kejutan pahit. Di hari yang seharusnya penuh perayaan, ia menerima surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya menjabat sebagai Creative Manager.
Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan 2016 itu sempat terdiam. Perasaan campur aduk datang bersamaan—kaget, kecewa, sekaligus bingung memikirkan langkah berikutnya. Akan tetapi, alih-alih tenggelam dalam keterpurukan, Davi—sapaan akrabnya—memilih berdiri.
Dari Surat PHK ke Kamera Ponsel
Sejak 2020, Davi sebenarnya sudah aktif membuat konten di Instagram. Namun setelah kehilangan pekerjaan tetap, arah kontennya berubah. Ia mulai berbicara lebih jujur tentang keresahan pekerja muda: tentang PHK massal, tentang sulitnya mencari kerja di negeri yang katanya kaya sumber daya, hingga tentang realita dunia kerja yang tak selalu seindah motivasi di LinkedIn.
Ia kemudian memperkenalkan dirinya sebagai “konten kreator pengangguran”. Label itu terdengar satir, tetapi justru terasa dekat bagi banyak Gen Z dan milenial.
“PHK itu bukan akhir hidup. Waktu dapat surat itu, rasanya campur aduk. Tapi saya sadar, saya punya skill, punya pengalaman, dan punya suara. Kenapa nggak saya pakai buat bantu orang lain yang lagi di fase yang sama?” ujarnya dalam podcast Kaum Milenial, Rabu (25/2).
Kini, akun Instagram-nya telah diikuti lebih dari 9 ribu pengikut. Engagement terus bertumbuh. Lebih penting lagi, percakapan di kolom komentar terasa hidup—penuh cerita senasib dan saling menguatkan.
Baca juga: Sampah Menumpuk, Aqsha Bergerak Lewat Kopling Farm
Employee Society, Ruang Aman Para Korban PHK
Keresahan pribadi itu kemudian berkembang menjadi gerakan kolektif. Davi mendirikan komunitas bernama Employee Society. Ia membangun ruang aman bagi para korban PHK dan pencari kerja untuk berbagi pengalaman tanpa rasa malu.
Di dalam komunitas tersebut, ia membagikan strategi bertahan hidup setelah kehilangan pekerjaan. Ia mengajarkan cara membangun personal branding. Ia juga membahas pengelolaan keuangan saat tidak memiliki penghasilan tetap. Selain itu, ia mendorong anggota untuk mempertimbangkan jalur freelancer atau kreator digital sebagai alternatif.
“Kita sering diajarkan cara cari kerja, tapi jarang diajarkan cara survive saat kehilangan kerja. Padahal itu fase yang sangat mungkin terjadi. Saya ingin teman-teman tahu, mereka nggak sendirian,” tegasnya.
Status Bukan Identitas
Meski menyebut dirinya “pengangguran”, Davi tidak membiarkan status itu mendefinisikan dirinya. Saat ini, ia tetap aktif sebagai freelancer. Ia bekerja sebagai Financial Planner, Creative Strategist, Content Producer, hingga Video Creator. Dengan kata lain, ia tetap produktif—meski tanpa kantor tetap.
“Pengangguran itu status, bukan identitas. Identitas kita adalah kemampuan dan value yang kita punya. Jangan biarkan satu surat PHK menentukan masa depan kita,” ucapnya lugas.
Pernyataan itu terasa relevan di tengah isu PHK massal dan ketimpangan lapangan kerja yang masih menjadi sorotan. Di satu sisi, angka lowongan kerja terdengar besar. Namun di sisi lain, banyak pencari kerja tetap kesulitan menembus pasar yang kompetitif dan berubah cepat.
Bangkit Bersama, Bukan Sendiri
Davi menyadari bahwa persoalan pengangguran Indonesia tidak bisa selesai oleh satu orang. Namun ia percaya, komunitas dapat menjadi penopang di masa sulit. Karena itu, ia ingin Employee Society berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan.
“Kalau negara belum bisa sepenuhnya menjamin masa depan pekerjanya, minimal kita bisa saling menguatkan. Bangkit bareng itu lebih realistis daripada berjuang sendirian,” katanya.
Kisah Muhammad Muammar Qadavi membuktikan bahwa kehilangan pekerjaan memang menyakitkan. Akan tetapi, ia juga membuka ruang refleksi—tentang makna kerja, tentang identitas diri, dan tentang keberanian memulai ulang.
Bagi mereka yang sedang berada di fase cari kerja atau baru saja terkena PHK, cerita ini mungkin menjadi pengingat: satu surat bisa menutup satu pintu, tetapi tidak pernah menutup seluruh kemungkinan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.








