Milenianews.com – Digital Journalism atau jurnalisme digital adalah istilah yang mencerminkan transformasi industri media di era digital. Ini mencakup produksi, distribusi, dan konsumsi berita serta informasi melalui teknologi digital. Artikel ini akan menjelajahi evolusi digital jurnalism, dampaknya pada media tradisional, alat dan teknik yang digunakan, serta perannya dalam membentuk cara kita mengonsumsi berita dan informasi.
Evolusi Digital Journalism
Awal hadirnya istilah Jurnalis Digital
Jurnalisme digital akarnya pada tahun 1980-an ketika surat kabar dan majalah mulai bereksperimen dengan format digital. Pada awalnya, ini melibatkan digitalisasi konten cetak untuk konsumsi online.
Baca juga : Bekali Mahasiswa Skill Penulisan dan Jurnalisme Dakwah, STEI SEBI Undang Jurnalis
Namun, perubahan nyata terjadi ketika World Wide Web (WWW) dikembangkan pada awal tahun 1990-an. Ini memungkinkan pembuatan situs web berita khusus, memberikan platform bagi jurnalis untuk menerbitkan cerita mereka langsung kepada audiens global.
Blog dan Jurnalisme Warga
Awal tahun 2000-an menyaksikan munculnya blog dan jurnalisme warga (citizen juornalism). Blog memberikan platform bagi individu untuk menyatakan pendapat mereka dan melaporkan topik-topik khusus.
Jurnalisme warga, memberdayakan orang biasa untuk mendokumentasikan berbagi peristiwa berita, dan tanpa sadar menjelma jadi platform berita. Perkembangan ini juga menjadi tantangan peran penyaringan media.
Media Sosial dan Jurnalisme Mobile
Proliferasi platform media sosial seperti Twitter dan Facebook merevolusi penyebaran berita. Para jurnalis sekarang menggunakan platform-platform ini untuk berbagi berita mendadak, terhubung dengan audiens mereka, dan mengumpulkan informasi.
Selain itu, munculnya ponsel pintar mengubah siapa pun dengan perangkat seluler menjadi potensi reporter, karena mereka dapat mengambil dan berbagi berita secara real-time melalui foto dan video.
Dampak pada Media Tradisional
Munculnya jurnalisme digital telah berdampak besar pada outlet media tradisional, termasuk surat kabar, radio, dan televisi.
Penurunan Media Cetak
Surat kabar cetak mengalami penurunan signifikan dalam sirkulasinya seiring dengan peningkatan pembaca yang beralih ke sumber-sumber online untuk berita. Banyak surat kabar telah beralih fokus ke platform digital, seringkali menerapkan paywall atau model berlangganan untuk menghasilkan pendapatan.
Siklus Berita 24/7
Jurnalisme digital telah mempercepat siklus berita, dengan cerita yang terjadi dan berkembang dalam waktu nyata. Ini menuntut pembaruan konstan dan tanggapan segera dari organisasi berita untuk tetap relevan dan kompetitif.
Konvergensi Media
Outlet media tradisional harus beradaptasi dengan mengintegrasikan platform digital ke dalam operasinya. Stasiun televisi kini memiliki situs web dan profil media sosial, sementara stasiun radio menawarkan podcast dan streaming online. Konvergensi ini memungkinkan organisasi media untuk mencapai audiens yang lebih luas.