Milenianews.com, Jakarta – Hasil penelitian baru yang dipublikasikan dalam Journal of Endocrinological Investigation menunjukkan bahwa sesekali jogging selama 30 menit dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Menurut hasil penelitian yang dikutip dalam siaran Medical Daily, Kamis (31/10) waktu setempat, satu sesi jogging sekalipun dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan manfaat ini terlihat pada hari berikutnya.
Baca juga: 5 Tips Mengatur Konsumsi Gula Saat Berpuasa, Cegah Diabetes!
Para periset yang meneliti efek latihan aerobik selama 30 menit pada sekelompok orang dewasa muda sehat. Dengan mendapati penurunan kadar glukosa plasma signifikan, yang ditunjukkan oleh hasil tes toleransi glukosa oral. Serta juga peningkatan sensitivitas insulin setelah 24 jam.
Tes toleransi glukosa oral mengukur metabolisme glukosa. Sementara sensitivitas insulin mengacu pada kemampuan untuk merespons insulin yang diproduksi oleh tubuh.
Hal tersebut membuat keduanya penting untuk menentukan risiko diabetes.
Aktivitas fisik, khususnya latihan aerobik, sudah diketahui dapat membantu mengurangi risiko diabetes dalam jangka panjang.
Namun, studi yang baru menyelidiki dampak langsung aktivitas olahraga terhadap risiko diabetes.
Hasil tes peneliti terhadap peserta yang melakukan jogging
Para periset meneliti dampak latihan fisik pada 32 peserta berusia 20 hingga 35 tahun. Khususnya bagi yang tidak menderita diabetes dan tidak mengonsumsi obat apa pun.
Peserta penelitian menjalani tes toleransi glukosa oral pada awal percobaan, yang diikuti dengan sesi jogging ringan.
Lalu peserta yang sama menjalani tes toleransi glukosa oral kedua 24 jam setelah melakukan latihan fisik. Hal tersebut untuk menguji perubahan kadar glukosa puasa, glukosa satu jam setelah latihan fisik, dan kadar insulin. Sensitivitas insulin peserta juga diukur.
Hasil tes toleransi glukosa oral menunjukkan bahwa 24 jam setelah latihan fisik kadar glukosa satu jam setelah latihan fisik berkurang. Hal tersebut dari 122,8 mg/dL pada awal menjadi 111,8 mg/dL.
Baca juga: Maybelline New York Kampanyekan Isu Kesehatan Mental
Lalu kadar insulin setelah latihan fisik turun 57,4 IU/mL pada awal menjadi 43,5 IU/mL.
Pada saat yang sama, sensitivitas insulin meningkat secara signifikan seiring dengan penurunan resistensi insulin.
“Peningkatan glukosa plasma satu jam setelah latihan fisik menyusul satu sesi aktivitas fisik aerobik menunjukkan bahwa latihan fisik dapat memiliki efek langsung pada risiko diabetes tipe 2 dan risiko kardiovaskular,” pungkas para peneliti.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.