Jelang Imlek, 2.000 Lampion Dipasang di Klenteng Dekat Jembatan Ampera

2000 Lampion Imlek Di Klenteng

Milenianews.com, Palembang – Berbagai persiapan dalam menyambut perayaan Imlek sudah mulai terasa di berbagai kota. Salah satuya persiapan Imlek di Palembang, Sumatera Selatan. Beragam pernak-pernik berwarna merah khas mulai terlihat menghiasi Klenteng bersejarah, Dewi Kwan Im tidak terlewat sebanyak 2000 lampion merah juga menjadi pernik yang menghias klenteng ini.

Dilansir dari detikcom (22/1) Klenteng Dewi Kwan Im terlihat para pekerja merapikan dan mengisi klenteng dengan hiasan khas imlek. Dinding dan lantai yang pudar juga mulai di cat kembali.

Pengecatan sudah dimulai sejak pekan lalu. Bahkan ada sekitar 2.000 lampion dipasang mulai dari dalam klenteng sampai area parkir dan dermaga di kawasan 10 Ulu.

Jembatan Ampera yang berdiri kokoh di sebelah kiri klenteng menjadi salah satu pemandangan tersendiri. Terutama saat berdiri di Dermaga 10 Ulu, klenteng akan terlihat jelas dengan warna cat merah menyala.
Jelang Imlek, 2.000 Lampion Dipasang di Klenteng Dekat Jembatan Ampera
Sumber: Raja Adil Siregar/detikcom

“Imlek tahun ini semua kami bersihkan. Lantai dan dinding yang pudar kami cat ulang agar terlihat lebih cerah dan lebih menyala,” terang Humas Klenteng Dewi Kwan Im, Harun.

Sementara untuk ribuan lampion warna merah, dipastikan seluruhnya menyala pada malam puncak perayaan Imlek 24-25 Januari besok. Untuk pengunjung di Klenteng Dewi Kwan Im, diprediksi akan ada sekitar 10 ribuan pengunjung yang datang.

“Tahun lalu yang tercatat berdasarkan kertas sembahyang saja ada sekitar 9 ribuan. Belum lagi yang sembahyang tidak mengambil kertas, maka ini bisa diperkirakan perayaan kali ini akan ada sekitar 10 ribu lebih pengunjung,” kata Harun.

Baca Juga : 10 Negara Dengan Perayaan Imlek Termegah, Pilihan Destinasi Liburan Imlek 2020

Khusus pengunjung dari luar negeri, Harun memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah pengunjung. Sebab, ada banyak perantau yang lahir di Palembang dan tinggal di luar negeri akan pulang kampung.

Perayaan puncak sendiri, disebut Harun akan terjadi tanggal 24 Januari malam. Di mana saat itu masyarakat baru akan keluar setelah melakukan ‘sungkem’ keluarga di rumah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *