Milenianews.com, Jakarta – Intel beberapa waktu lalu telah mengumumkan pembentukan perusahaan baru yang fokus pada upaya perangkat lunak kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Di samping itu, perusahaan tersebut dilengkapi dengan dukungan dari manajer aset berfokus digital, DigitalBridge Group, dan investor lainnya.
Selain itu, para eksekutif Intel telah menyatakan bahwa perusahaan tersebut akan memiliki dewan direksi independen dan Intel akan tetap menjadi pemegang saham. Namun, di balik itu mereka tidak memberikan komentar terkait nilai kesepakatan. Sehingga timbul pertanyaan, apakah Intel akan mempertahankan mayoritas saham di perusahaan baru tersebut?
Baca Juga : Artificial Intelligence di Era Revolusi Industri 4.0
Intel Bentuk Perusahaan Baru
Perusahaan baru ini merupakan hasil dari kerja sama dalam teknologi AI korporat antara Intel dan Boston Consulting Group (BCG). Kabarnya, perusahaan baru yang akan diberi nama Articul8 AI (Articulate AI) ini tidak akan menjadi perusahaan publik.
Intel pun menggunakan salah satu super komputernya untuk mengembangkan sistem AI generatif yang dapat membaca teks dengan gambar. Sistem tersebut akan berjalan dengan menggunakan kombinasi teknologi sumber terbuka dan teknologi internal yang dikembangkan oleh Intel sendiri.
Kemudian, Intel pun akan memodifikasi sistem tersebut agar dapat dijalankan di pusat data milik BCG untuk membantu mengatasi kekhawatiran privasi dan keamanan BCG.
Tanggapan Mantan Wakil Presiden dan Manajer Umum Intel
Arun Subramaniyan, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden dan manajer umum di grup pusat data dan AI Intel dikabarkan akan segera dipercaya menjadi chief executive di Articul8. Arun menyatakan bahwa banyak pelanggan potensial juga memiliki kekhawatiran serupa terkait dengan memberikan data mereka kepada perusahaan komputasi awan besar untuk keperluan AI.
Senada dengan hal tersebut, ia pun mengatakan bahwa pelanggan potensial khawatir tentang biaya yang tidak terkendali jika ribuan karyawan mereka mulai menggunakan sistem tersebut.
“Kami benar-benar berusaha untuk mengatasi kesenjangan terbesar dalam AI generatif saat ini. Bahwa membangun bukti konsep itu mudah, tetapi membawa hal-hal ke tahap produksi. Serta melakukannya dengan aman dan berkelanjutan dari segi biaya benar-benar kurang,” ujarnya mengutip dari Reuters, Rabu (3/1) waktu setempat.
Baca Juga : IBM Bersama MTDL Siap Kembangkan AI Generatif
Langkah untuk membentuk Articul8 merupakan upaya terbaru Intel untuk mencari modal dari luar untuk unit bisnisnya. Perusahaan ini juga sebelumnya telah memisahkan perusahaan chip otomotif Mobileye Global dan akan merencanakan penawaran umum perdana untuk unit chip yang dapat diprogram.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.