Milenianews.com, Jakarta – Baru-baru ini sedang ramai tersiar kabar adanya perusahaan asal China yang memberlakukan cuti bagi pegawai yang sedang bersedih di perusahaannya. Cuti yang mereka namakan sebagai “cuti tidak bahagia” ini pun memiliki rentan waktu yang tidak main-main, yakni maksimal 10 hari dalam setahun.
Seperti yang dikutip dari Kompas, perusahaan dengan nama Pang Dong Lai yang telah berdiri sejak Maret 1995 di Provinsi Henan, China tersebut memberikan cuti bagi pegawainya yang tengah bersedih. Padahal, umumnya pegawai hanya bisa mendapat cuti dari perusahaan ketika sakit, menikah, melahirkan, atau kepentingan urgen lainnya.
Bahkan, izin cutinya pun bisa dijalankan tanpa persetujuan manajer terlebih dahulu. Sehingga, para pegawai tidak perlu memaksakan bekerja saat merasa sedih, cemas, patah hati, atau pun dalam kondisi psikis lainnya.
Baca juga: 9 Alasan Kamu Perlu Sabbatical atau Cuti Kerja!
Alasan adanya cuti bagi pegawai yang sedang bersedih
Yu Dong Lai selaku Kepala perusahaan yang berfokus menjual produk-produk ke pusat perbelanjaan tersebut pun angkat bicara. “Setiap orang mempunyai saat-saat ketika mereka tidak bahagia, jadi jika Anda tidak bahagia, jangan datang bekerja,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip MileniaNews, Rabu (26/6) di Jakarta.
Hal tersebut juga terkuak dari survei terkait kecemasan pekerja China pada tahun 2021 yang menunjukkan, terdapat lebih dari 65 persen pegawai yang lelah dan tidak bahagia di tempat kerja. Meski begitu, warga China masih saja tetap menerapkan budaya kerja “996” yang mengharuskan mereka bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama 6 hari dalam seminggu. Padahal, budaya tersebut membutuhkan kerja yang keras dan melelahkan.
Selain itu, Cheung Kong Graduate School of Business yang merupakan salah satu sekolah bisnis di China pun pernah melaporkan, bahwa terdapat 40 persen pekerja China berisiko terkena masalah kesehatan mental. Selain itu, pekerja di sana yang berusia antara 18-25 tahun memiliki tingkat kecemasan dan depresi tertinggi dibandingkan generasi lain di tempat kerja. Menurut laporan tersebut, hal ini mungkin disebabkan oleh angka pengangguran dan biaya hidup di China yang tinggi.
Baca juga: 5 Hal yang Harus Diketahui Fresh Graduate agar Beradaptasi dengan Cepat di Dunia Kerja
Cuti tidak bahagia tidak bisa ditolak oleh manajemen
Untuk itu, Yu juga menegaskan bahwa permohonan cuti tidak bahagia ini tidak dapat ditolak oleh manajemen. Pihak yang menolak dinyatakan telah melakukan pelanggaran. Pasalnya, ia meyakini bahwa kebijakan tersebut akan memberdayakan para pegawai untuk menentukan waktu istirahatnya sendiri.
Tak hanya cuti tidak bahagia, Pang Dong Lai juga mengeluarkan kebijakan agar setiap pegawai hanya bekerja tujuh jam dalam sehari, libur pada akhir pekan, dapat cuti tahunan selama 30-40 hari, dan libur lima hari selama tahun baru Imlek.
“Kami tidak ingin menjadi (perusahaan) besar. Kami ingin karyawan kami memiliki kehidupan yang sehat dan santai sehingga perusahaan juga demikian,” ungkap Yu.
“Kebebasan dan cinta sangat penting,” sambungnya.
Yu mengecam kebiasaan bos-bos China yang memberlakukan jam kerja panjang dan lembur bagi para pegawai. Kondisi ini dinilai tidak etis dan termasuk perampasan peluang bagi orang lain untuk berkembang.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.