Milenianews.com, Jakarta – Hujan deras di banyak kawasan Korea Selatan (Korsel) sebabkan banjir dan longsor yang menewaskan 22 orang. Pemerintah setempat telah mengonfirmasi 14 orang yang dinyatakan hilang pada Sabtu (15/7) dan ribuan orang mengungsi.
Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan mengungkapkan, lebih dari 6.400 penduduk di Kabupaten Tengah Goesan diperintahkan untuk mengungsi pada Sabtu pagi.
Baca juga : Pertama Kalinya! Pengadilan Korea Selatan Akui Hak Pasangan Gay
Seperti yang diberitakan AFP, hal tersebut disebabkan oleh Bendungan Goesan yang mulai menguap akibat hujan deras dan menenggelamkan desa-desa dataran rendah di sekitarnya.
Hingga saat ini terdapat 22 orang dilaporkan tewas pada Jumat (14/7) dalam kejadian tanah longsor tersebut. Sementara 14 orang dilaporkan menghilang akibat hanyut saat sungai meluap di Provinsi Gyeongsang Utara.
Akibat hujan juga, semua layanan kereta reguler nasional diberhentikan pada pukul 14.00 atau sekitar 12.00 WIB. Walalupun kereta KTX tetap beroperasi dengan potensi penyesuaian jadwal.
Perdana menteri Korea Selatan Han Duck-soo mendesak para pejabat untuk menanggapi luapan sungai dan tanah longsor serta meminta dukungan untuk operasi penyelamatan dari kementerian pertahanan.
Sebanyak 1.567 warga telah berhasil dievakuasi di daerah provinsi Chungcheong Utara. Sedangkan di Goesan, terdapat 6.400 penduduk yang berhasil dievakuasi. Jalan dan jembatan yang menghubungkan beberapa desa putus.
Pusat kota Gongju pun ikut diminta untuk mengungsi akibat kompleks apartemen tidak luput dari banjir.
Curah hujan di Cheongyang, Provinsi Chungcheong Selatan tercatat hingga 512 milimeter sejak Kamis (13/7), sementara Iksan, Provinsi Jeolla Utara memiliki surah hujan 469,5 mm. Badan Meteorologi Korea mengatakan kondisi tersebut bisa sangat berbahaya.
Baca juga : Pihak Agensi Korea Selatan Tetapkan Standarisasi Jadi Idol Kpop
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol juga telah mengintruksikan agar pemerintah menanggapi bencana dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya yang tersedia.
Pihak berwenang menduga jumlah korban akan bertambah karena terjadi kerusakan di hampir seluruh negeri. Selain itu, mereka juga mengatakan terdapat sekitar sembilan mobil yang masih terjebak di tengah banjir.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.