Milenianews.com, Jakarta –Baru-baru ini, terdapat sebuah cerita viral yang menunjukkan betapa bahaya menjadi perokok pasif. Berawal dari seorang wanita yang menderita bronkitis akibat sering terpapar asap rokok dari pacarnya. Lama kelamaan, paparan asap rokok tersebut menyebabkan gangguan pernapasan pada dirinya.
Wanita tersebut merupakan korban perokok pasif, menjadi sasaran dari asap rokok yang dihasilkan oleh pacarnya. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa menjadi perokok pasif bukanlah hal yang bisa kita abaikan. Kita perlu mengingatkan orang-orang terdekat kita untuk berhenti merokok, demi menjaga kesehatan bersama.
Hal ini menjadi pengajaran bagi siapa pun karena dampak merokok tidak hanya berlaku bagi perokok aktif. Namun, hal tersebut juga bisa berdampak bagi perokok pasif yang ada di sekitarnya.
Baca juga : Rokok Membudaya di Kalangan Muda, Berikut Dampak dan Bahaya Rokok
Bahaya Menjadi Perokok Pasif
Ternyata, selain risiko sakit bronkitis, ada banyak penyakit lain yang dapat mengancam kedua belah pihak. Beberapa di antaranya adalah penyakit paru-paru kronis, stroke, serangan jantung, kerapuhan tulang, dan gangguan mata seperti katarak.
Terpapar asap rokok secara terus-menerus juga dapat menyebabkan risiko kanker leher rahim dan keguguran pada wanita, kerontokan rambut, serta meningkatkan kemungkinan terinfeksi penyakit seperti meningitis, infeksi telinga tengah, pneumonia, bronkitis, asma, limfoma, leukemia. Selain itu, proses penyembuhan saat sakit juga dapat menjadi lebih sulit karena penurunan sistem kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya.
Rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya. Menurut National Health Service (NHS), orang yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif) memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit yang sama dengan perokok aktif, seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung.
Bagi ibu hamil yang terpapar asap rokok pasif, risiko melahirkan prematur meningkat, dan bayinya berisiko mengalami berat badan lahir rendah serta sindrom kematian bayi mendadak (cot death).
Baca juga : Sensor Kulit Deteksi Kadar Nikotin dalam Rokok Elektrik
Anak-anak yang tinggal di rumah yang berasap memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah pernapasan, asma, dan alergi. Menurut Better Health, orang yang tidak pernah merokok namun tinggal bersama orang yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai penyakit terkait tembakau dan masalah kesehatan lainnya.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.