Event, News  

Hadirnya AI, Memunculkan Pekerjaan Baru atau Menggerus Pekerjaan Lama?

Milenianews.com, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (HIMAIK) Program Studi (Prodi) Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi dan Informatika Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Universitas Bina Sarana Informatika) sukes menggelar webinar yang berlangsung secara online melalui zoom, pada Kamis (18/5) kemarin.

Webinar tersebut bertajuk “A Better Future With Artificial Intelligence In The New Era” merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan dunia AI (Artificial Intelligence) kepada masyarakat luas terutama orang tua yang sangat asing dengan teknologi ini.

Baca juga : Mahasiswa Unida Raih Juara 2 Lomba Komunikasi Tingkat Nasional 

Kegiatan webinar ini menghadirkan 2 narasumber yang keduanya merupakan seorang pakar IT. Pertama ada Akhmad Ridwan, selaku Praktisi dan Pengajar IT di perusahaan IT Konsultan dan kedua ada Angger P. Caesario, CHRM selaku Group Digital & Technology Organization di Perusahaan Media.

Ketua Prodi Ilmu Komputer Universitas BSI, Rachmat Adi Purnama turut menghadirinya sebagai Keynote Speaker.  Rachmat mengatakan, hadirnya webinar ini karena kehadiran AI yang sudah hampir menyusupi semua bidang. Hadirnya AI bisa menjadi keuntungan ataupun kewaspadaan bagi manusia.

“Tema kegiatan webinar kali ini adalah tema yang saat ini sedang booming bahkan beberapa kegiatan mbkm maupun lembaga-lembaga yang menyelenggarakan webinar, banyak menceritakan tentang AI dan yang sedang hangat didiskusikan. Saat ini pemerintah juga bingung untuk membuat aturan tentang perkembangan AI yang justru menjadi hal yang membuat orang yang dalam arti tidak siap untuk menerima bagaimana AI ini kedepannya akan menjadi hal yang sangat luar biasa sekali,” kata Rachmat dalam sambutannya.

Peran AI di industri dan dunia pendidikan

Foto : Kegiatan webinar dari HIMAIK Ilmu Komputer Universitas BSI tentang Artificial Intelligence (AI).

Sementara itu, dalam pemaparan materi pertama, Akhmad menjelaskan seluk beluk tentang AI. Mulai dari pengertiannya, serta implementasi di berbagai industri saat ini seperti apa.

“Penggunaan AI saat ini banyak digunakan di banyak negara, terutama Indonesia. Di wilayah Asia Tenggara sendiri sudah masuk di berbagai industri seperti industri keuangan, industri perdagangan, dan lainnya,” jelas Akhmad.

“Walaupun AI semakin canggih, namun hal tersebut bukan berarti semua pekerjaan manusia akan tergantikan oleh AI. AI hanya memangkas banyak perkerjaan. Jadi akan muncul perkerjaan-pekerjaan baru walaupun AI saat itu sudah sangat canggih,” sambungnya.

Disamping itu, narasumber kedua, Angger memprediksikan bahwa AI kedepannya akan mengancam pekerjaan manusia. Sekarang saja, kemudahan sudah dirasakan karena adanya AI yang sedang berkembang saat ini.

“Di era nanti, akan ada banyak perkejaan yang terancam karena adanya AI seperti, kasir, pelayan, sopir, dan lain sebagainya,” paparnya

Namun, ada juga yang tidak akan tergantikan AI yakni manusia yang kreatif.

“Teman-teman harus berpikir kreatif dan juga kritis dengan tidak melihat dalam konteks jabatan atau rincian-rincian pekerjaan yang bertebaran di mana-mana,” jelasnya.

Dalam sesi pertanyaan, ada yang bertanya terkait pemanfaatan AI untuk mengerjakan skripsi mahasiswa, apakah hal tersebut membantu atau tidak?

Jawaban dari Akhmad menjawabnya bahwa hal tersebut wajar, namun hanya boleh dipakai sebagai referensi dan bukan sebagai pondasi atau ide dasar dari tugas tersebut.

Baca juga : HIMAIK Universitas BSI Ajak Masyarakat Melek Terhadap Artificial Intelligence (AI)

Ada info tambahan dari Angger, agar mahasiswa bisa menyiapkan skill agar tidak sulit mendapat pekerjaan di era sekarang. Menurutnya, mahasiswa harus fokus menekuni apa yang mereka pelajari.

“Kalian mau jadi sniper atau rambo? Kalau jadi rambo berarti kalian melamar semua perusahaan yang ada sedangkan kalau jadi sniper berarti kalian memilah perusahaan yang ingin kalian lamar dan mencari tahu apa yang yang dibutuhkan untuk kualifikasi masuk ke perusahaan tersebut. Jadi kenapa anak SMK bisa jadi lebih unggul daripada fresh graduate? Dikarenakan anak SMK lebih banyak magang daripada fresh graduate yang dimana sudah dipastikan dalam konteks tersebut anak SMK lebih banyak pengalamannya dari fresh graduate,” tandasnya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *