Milenianews.com, Depok – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Tjandra, mengimbau pemerintah untuk tidak menganggap remeh laporan kematian yang disebabkan oleh virus OZ di Jepang.
Meski begitu, ia juga mengimbau agar tidak terlalu khawatir disaat yang bersamaan, sebab penyakit baru tersebut sampai saat ini belum terdapat data ilmiah yang lengkap.
Baca juga : Virus di Serial “The Last of Us” Ternyata Asli!
“Kita tidak boleh menyepelekan adanya laporan penyakit baru, tapi juga jangan khawatir berlebihan. Jangan pula terlalu cepat membuat kesimpulan, karena data ilmiah berlumlah lengkap tersedia,” pungkas Tjandra mengutip dari Antara, Selasa (28/6).
Ia juga mengatakan, kedepannya akan terus ada laporan tentang jenis penyakit baru dari berbagai negara.
Sarannya, saat pertama kali kasus baru atau kematian ditemukan, sebaiknya pemerintah langsung mengkaji rincian dampak penularannya, baik dari sisi klinik maupun epidemiologinya bersama dengan para ahli.
“Makanya, hal yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengikuti secara mendalam perkembangan ilmiah tentag kasus ini, tentu dari sumber yang dipercaya dalam setidaknya dua bentuknya, resmi dari sebuah badan negara atau dunia,” katanya.
Ia juga menambahkan, bahwa ada atau tidaknya penyakit baru, pemerintah perlu untuk tetap berjaga dan menjamin pengawasan selalu berjalan dengan baik dengan tiga bentuk, yaitu pengawasan berbasis gejala, labolatorium hingga tahap genomik.
“Sementara untuk ruang lingkup surbeilans yang perlu diperhatikan adalah pasien, pengawasan epidemiologik di komunitas, hewan yang berdampak pada kesehatan manusia dan keadaan lingkungan yang mungkin berdampak pada kesehatan,” tutur mantan Direktur Penyakit Manular WHO Asia Tenggara tersebut.
Baca juga : Virus Flu Burung H3N8 Tewaskan Satu Orang di China!
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, virus Oz dapat menyebabkan manusia yang terkena infeksi dapat mengalami radang otak hingga menyebabkan kematian.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein menjelaskan bahwa, virus Oz merupakan anggota baru dari genus Thogotovirus. Pertama kali virus ini diisolasi dari kumpulan tiga nimfa kutu Amblyomma Testudinarium yang dikumpulkan di Prefektur Ehime, Jepang pada tahun 2018 lalu.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.