Event, News  

Globalisasi Buat Dunia Tidak Stabil?

Milenianews.com, Depok – Globalisasi yang terlalu kuat disebut membuat dunia tidak stabil. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, pada seminar Internasional yang diadakan Economix FED UI, Senin (27/11) lalu.

Globalisasi disebut mulai di tahun 80an ketika resesi 1929. Saat itu Uni Soviet runtuh, banyak orang menginginkan hidup yang efisien. Dengan itu, maka muncul globalisasi.

Baca juga : Dipanggil ke Istana, Prabowo Mengaku Ditawari jadi Menteri dan Siap

Globalisasi terjadi ketika sebuah produk di desain dan dikirim oleh negara A dan masuk melalui negara B. Namun produksi dilakukan di negara C sebab memiliki teknologi yang lebih memadai.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa globalisasi memiliki dampak negatif yang membabi-buta negara tertentu menguasai pasar sehingga mengurangi persaingan dalam pasar dan mematikan industri negara berkembang.

“Efeknya mulai timbul. Di mana beberapa negara seperti Tiongkok yang menguasai pasar karena lebih efisien sehingga mengurangi persaingan dalam pasar dan mematikan industri terhadap negara berkembang,” jelas Jusuf Kalla di Balai Purnomo Prawiro FISIP UI pada Senin (27/11).

Disebutkan juga bahwa hal tersebut membuat dunia tidak stabil akibat globalisasi yang terlalu kuat.

“Ini membuat dunia tidak stabil akibat globalisasi yang terlalu kuat,” sambungnya pada gelaran Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Economix Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Senin (27/11) silam.

Di sisi lain, dampak negatif dari globalisasi lainnya dapat dilihat dari negara di eropa yang mulai menerapkan proteksionisme untuk melindungi ekonomi negara mereka sendiri.

“Globalisasi mempunya dampak positif dan negatif. Contoh efek negatif bisa melihat di Eropa dan Amerika yang mulai menerapkan proteksionisme untuk melindungi ekonomi sendiri,” tuturnya.

Baca juga : Rektor UIN Ar-Raniry Menjadi Delegasi R20 Tahun 2022 di Bali

Negara disebut tidak akan maju tanpa penguasaan teknologi, sebab untuk menggunakan sumber daya yang ada diperlukan dukungan dari teknologi. Satt ini, Indonesia masih tertinggal dalam aspek tersebut karena masih bergantung pada produk asing.

“Indonesia masih tertinggal dalam aspek tersebut. Namun negara lain sudah bisa membuat produk dalam negeri sedangkan kita masih bergantung dengan produk asing,” katanya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *