News  

Fenomena Langka Datang Lagi! Bulan Akan Menggelap dan Berubah Merah di Langit Indonesia

Fenomena Langka Datang Lagi! Bulan Akan Menggelap dan Berubah Merah di Langit Indonesia

Milenianews.com – Langit malam selalu punya caranya sendiri untuk membuat manusia berhenti sejenak. Di tengah hiruk pikuk hari-hari yang berjalan cepat, ada satu momen yang datang tanpa suara dengan perlahan, tenang, namun penuh makna. Pada 3 Maret 2026, langit Indonesia akan kembali menghadirkan peristiwa langka dari gerhana bulan total.

Sebuah peristiwa ketika bulan, yang biasanya bersinar terang, perlahan meredup, lalu berubah menjadi merah tembaga. Sebuah pemandangan yang oleh banyak orang disebut sebagai blood moon, bukan karena menakutkan, tapi karena keindahannya yang begitu berbeda.

Dan yang paling istimewa, peristiwa ini bisa disaksikan langsung dari Indonesia.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin akan muncul Pekan ini, Minggu 21 Juni

Bumi, Bulan, dan Matahari Berbaris Sempurna

Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Dalam posisi itu, bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan, membuat cahaya Matahari tidak lagi langsung menyentuh permukaannya.

Namun bulan tidak sepenuhnya menghilang. Sebaliknya, ia berubah warna menjadi kemerahan. Warna itu muncul karena cahaya Matahari yang tersisa dibelokkan oleh atmosfer Bumi, menyisakan spektrum merah yang akhirnya sampai ke permukaan Bulan.

Peristiwa ini bukan sesuatu yang terjadi setiap bulan. Ia datang pada waktu tertentu, ketika ketiga benda langit itu berada dalam garis yang nyaris sempurna.

Dan pada awal Maret ini, garis itu akan kembali terbentuk. Menurut informasi yang dilansir dari CNN Indonesia, gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, selama langit tidak tertutup awan.

Berikut tahapan waktunya (WIB):

  • Gerhana penumbra mulai : 15.50 WIB

  • Gerhana sebagian mulai: 17.09 WIB

  • Gerhana total mulai: 18.26 WIB

  • Puncak gerhana: 18.59 WIB

  • Gerhana total berakhir: 19.31 WIB

  • Gerhana sebagian berakhir: 20.48 WIB

  • Gerhana penumbra berakhir : 22.07 WIB

Puncak gerhana, ketika bulan tampak paling gelap dan kemerahan, terjadi sekitar pukul 18.59 WIB tepat setelah malam turun sepenuhnya. Ini menjadi waktu terbaik untuk menyaksikannya.

Sebuah Pengingat Bahwa Langit Selalu Bergerak

Gerhana bulan bukan hanya peristiwa astronomi tapi menjadi pengingat bahwa bahkan benda yang tampak paling tetap pun sebenarnya terus bergerak.

Bulan yang setiap malam terlihat sama, ternyata juga mengalami perubahan. Ia bisa terang, redup, bahkan menghilang pada suatu saat sebelum akhirnya kembali bersinar seperti biasa.

Bagi sebagian orang, gerhana adalah momen refleksi. Momen untuk berhenti, melihat ke atas, dan menyadari betapa luasnya alam semesta. Bahwa di tengah segala hal yang terasa besar dalam hidup, kita masih menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Baca juga: Dampak Melihat Gerhana Matahari Cincin Bagi Mata tanpa Peralatan Khusus

Momen yang Bisa Dinikmati Tanpa Alat Khusus

Tidak seperti gerhana matahari yang membutuhkan perlindungan khusus, gerhana bulan total bisa disaksikan dengan mata telanjang.

Tidak perlu teleskop dan tidak perlu alat khusus. Cukup langit yang cerah, dan kesediaan untuk melihat dari balkon rumah, halaman kecil, atau di tempat mana pun langit masih bisa terlihat.

Gerhana bulan total akan hadir perlahan, tanpa suara, tanpa peringatan. Bagi siapa pun yang melihatnya, ia selalu meninggalkan kesan yang sama, tentang rasa takjub yang sederhana, namun sulit dilupakan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *