News  

Di Bawah Langit Kelabu, Warga di Jakarta Diminta Waspada Cuaca

Jakarta Waspada Cuaca

Milenianews.com, Jakarta – Pagi di Jakarta kini sering dibuka dengan suara yang sama dari rintik hujan di atap rumah, di kaca kendaraan, di wadah yang tak sempat mengering. Langit berwarna abu-abu seolah enggan beringsut, menggantungkan awan tebal yang menyimpan hujan lebih lama dari biasanya. Kota ini basah, dan di dalamnya tumbuh kewaspadaan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Jakarta dan Kepulauan Seribu hingga 12 Februari. Peringatan itu bukan sekadar informasi cuaca, melainkan pengingat bahwa hari-hari ke depan perlu dijalani dengan lebih berhati-hati.

Baca juga: Musim Hujan Makin Aktif, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Muncul saat Nataru

Di sudut-sudut kota, payung menjadi teman setia. Orang-orang berjalan lebih cepat, menunduk, menghindari cipratan udara dari kendaraan yang melintas. Beberapa memilih berteduh di bawah halte atau emperan toko, menunggu hujan sedikit reda. Jalanan yang licin memantulkan cahaya lampu, menciptakan kilau yang indah sekaligus rapuh.

Hujan turun tidak selalu dengan cara yang sama. Ada hari ketika ia datang perlahan, ada pula saat ia jatuh deras tanpa jeda. Mengingat kondisi seperti ini, BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan dampak yang disertai hujan lebat, mulai dari penumpukkan udara hingga gangguan aktivitas harian. Masyarakat diminta terus mengumpulkan informasi resmi dan perkembangan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Jakarta sebenarnya sudah akrab dengan hujan. Namun, ketika hujan datang berturut-turut, rutinitas kota ikut berubah. Perjalanan menjadi lebih lambat, rencana sering kali tertunda, dan kehati-hatian menjadi bagian dari kebiasaan baru. Kota besar ini tetap bergerak, meski langkahnya terasa lebih berat di bawah derasnya udara yang jatuh dari langit.

Baca juga: Waspada Cuaca Tidak Stabil! Begini Cara Cegah Flu dan Radang Sejak Dini

Di tengah peringatan cuaca, ada pesan yang tak terucap namun terasa, kesiapsiagaan adalah kunci. Hujan bukan hanya soal cuaca, melainkan juga tentang bagaimana warga meresponsnya dengan kesiapan, kepedulian, dan kewaspadaan bersama.

Langit Jakarta mungkin belum menunjukkan tanda-tanda akan segera cerah. Namun, di bawah awan yang menggantungnya, kota ini terus belajar bertahan. Menghadapi hujan hari demi hari, Jakarta diminta untuk tidak lengah dengan menjaga diri, menjaga lingkungan, dan menunggu saat langit kembali memberi ruang bagi cahaya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *