News  

Corona Merebak, Penanganan DBD Teralihkan

Virus Corona dan Penanganan DBD

Milenianews.com, Jakarta – Kasus positif Corona di Indonesia meningkat. Jubir Pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan pada Selasa (10/3) kemarin, kasus Corona sudah mencapai 27 orang.

Angka tersebut disebutkan berdasarkan hasil tes dan analisis terhadap orang-orang yang diduga terinfeksi Corona, setelah berada pada kelompok bersama kasus 01.

Baca Juga : MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 100 persen

Ruang Isolasi Corona harus Ditambah

 


Sumber Foto : Metrojambi.com

Peningkatan angka tersebut, membuat kebutuhan ruang isolasi dipastikan akan meningkat. Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk corona, Zubairi Djoerban menilai perlu tambahan ruang isolasi di berbagai rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 ini.

“Ruang isolasi memang harus disiapkan tidak hanya di Jakarta, tapi juga di rumah sakit lain untuk penanganan Covid-19,” katanya dalam diskusi ‘Penanganan Virus Corona’ di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (10/3).

Pemerintah saat ini menyiapkan 28 rumah sakit rujukan di berbagai daerah untuk penanganan kasus virus Corona.

Selain itu, ia pun ingin kalau pemerintah menanggung semua perawatan medis pasien. “Kita tahu pemerintah hanya menanggung tes spesimen hingga perawatan, tapi tidak untuk CT Scan, dan gejala-gejala awal lainnya,” ujarnya.

Penanganan DBD juga harus menjadi Perhatian Pemerintah


Foto : Nyamuk aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Di tengah-tengah wabah Corona ini, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah untuk tidak melupakan penanganan demam berdarah dengue (DBD).

Bahkan, sudah ada 33 orang di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia karena DBD. Secara nasional, diberitakan CNNIndonesia, 100 orang sudah dilaporkan meninggal karena pennyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

“Kalau dihitung jumlah orang yang sakit ditimbulkan oleh DBD ini kan lebih besar dari Corona. Karena itu, pemerintah tidak boleh memalingkan wajahnya dari persoalan itu. Jadi pemerintah harus bersungguh-sungguh mengatasi itu,” ujar Saleh saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3).

Bahkan menurutnya, kasus DBD di NTT seharusnya sudah menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) yang harus mendapatkan penanganan luar biasa dari pemerintah.

Baca Juga : Cuitan Daniel Redcliffe Terinfeksi Corona, Hoax!

Pemerintah harus membenuk gugus tugas khusus untuk penanganan DBD. Agar kasus DBD tidak bertambah. Terlebih, edukasi masyarakat terkait lingkungan hidup yang bersih dan sehat harus selalu digalangkan.

DBD menjadi sorotan setelah meningkatnya kasus pada bulan ini. Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 14.716 kasus dengan 94 korban jiwa sejak 1 Januari sampai 5 Maret 2020. Angka itu melonjak tinggi. Saat ini mencapai 16.099 orang terjangkit dan 100 orang meninggal dunia. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *