CEO dan Direktur, Apakah Sama?

CEO dan direktur

Milenianews.com – Sebutan CEO dan Direktur sudah tak lagi asing di telinga kita, terutama dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi, apakah sama antara CEO dan Direktur? mari simak penjelasannya yuk!

Penggunaan istilah CEO atau chief executive officer, seringkali digunakan oleh perusahaan rintisan atau startup. Pastinya juga tahu dong istilah CEO setelah maraknya bisnis startup di Indonesia?

Baca Juga : 10 Tips Hadapi Persaingan Startup

Nah, ternyata di Indonesia sendiri, secara hukum dan menurut Keputusan Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nomor 40 Tahun 2021, posisi CEO lebih dikenal dengan istilah direksi, komisaris, dan eksekutif.

Sementara itu, untuk jabatan tertinggi di sebuah perusahaan di Indonesia, adalah direktur utama. Jadi, kamu tidak perlu bingung lagi saat melihat perusahaan yang menggunakan istilah direktur utama untuk posisi CEO.

Perbedaan CEO dan Direktur

Perbedaan CEO dan Direktur
Foto : Sumber pexel.com

Jadi di Indonesia sendiri, posisi CEO sebenarnya sejajar dengan posisi direktur utama, yang membedakan hanyalah penggunaan istilahnya saja.

Penyebutan istilah ini, kembali lagi menyesuaikan dengan kultur perusahaan, karena ada beberapa perusahaan yang menyebutkan CEO sebagai posisi tertinggi dan presdir sebagai posisi kedua tertinggi pada sebuah perusahaan.

Tidak sedikit juga, bagi sebuah perusahaan, posisi CEO dan presdir diemban oleh satu orang saja. Bahkan, istilah CEO setara dengan direktur utama atau juga presiden direktur. Perbedaan istilah ini juga tidak membedakan fungsi dan tugas dari ketiganya.

Kamu bisa melihat penerapan sebutan CEO di perusahaan startup atau rintisan. Sedangkan, penggunaan kata direktur diterapkan pada perusahaan corporate atau konvensional.

Pengertian CEO

Mengutip dari Indeed, CEO merupakan anggota kepemimpinan tertinggi yang memiliki peran untuk mengawasi dan membawa perusahaan mencapai visinya.

Selain itu, CEO memiliki tugas utama untuk merekrut dan mempertahankan karyawan terbaik, memastikan dana anggaran selalu tersedia di bank. Lalu menentukan visi dan misi, hingga arah perusahaan.

Meski CEO punya arti yang serupa dengan dirut atau presdir, bukan berarti peran dan tanggung jawabnya juga seragam dengan direktur pelaksana. Ada lagi ya rupanya!!

Bagian-bagian direktur

Dalam perusahaan konvensional, ada beberapa posisi direktur yang berbeda seperti direktur personalia, direktur keuangan, direktur operasional, dan direktur pelaksana.

Direktur pelaksana memiliki tanggung jawab untuk menangani aspek operasi organisasi seperti merekrut karyawan, mengawasi perkembangan perusahaan, memperbarui anggota dewan direksi tentang operasi perusahaan. Lalu juga mengontrol dan mengalokasikan sumber daya perusahaan, memberikan saran perbaikan kepada direksi, serta menawarkan arah strategis untuk perkembangan perusahaan.

Sedangkan, untuk tanggung jawab dari seorang CEO yakni, memiliki tanggung jawab untuk mengawasi anggaran perusahaan, menetapkan arah strategis perusahaan, memimpin perusahaan. Lalu, menetapkan tujuan pendapatan dan produktivitas, mewakili citra publik perusahaan, dan meninjau sekaligus menganalisis perubahan ekonomi dan industri sebuah perusahaan.

Gimana caranya jadi CEO?

Apapun sebutan dan perbedaan antara CEO dan Direktur, setiap orang pasti memiliki keinginan atau angan-angan untuk menjabat atau menempati posisi tersebut. Kini, angan-angan tersebut bisa mulai direalisasikan, lho.

“Bagaimana caranya?” salah satu caranya dengan berkuliah di Universitas BSI (Bina Sarana Informatika). Selain memiliki jurusan yang bisa menjadikan kamu Direktur dengan mengambil jurusan Manajemen (S1), Universitas BSI pun memfasilitasi mahasiswanya dengan lembaga BSI Center, terutama lembaga BSI Startup Center (BSC).

Melalui jurusan Manajemen, kamu akan tahu tentang kebijakan manajemen perusahaan, strategi bisnis, organisasi, ketenagakerjaan dan kepegawaian.

Sementara itu, jika berminat menjadi seorang CEO di perusahaan startup, kamu juga bisa mendapatkan arahan dan binaan langsung dari para ahli yang dihadirkan oleh BSC.

Universitas BSI juga sudah membuka PMB untuk perkuliahan bulan September 2022. PMB periode ini, sudah memasuki gelombang 3 dan akan berakhir 7 Juni 2022 mendatang.

Baca Juga : Industri Pariwisata Mulai Menuju Kebangkitan dari Pandemi

Untuk melakukan pendaftaran, bisa dengan mengunduh aplikasi PMB-UBSI di playstore secara gratis atau melalui laman https://bsi.pmbonline.id/.

Kampus inipun, memberikan banyak kemudahan dalam proses pembayaran kuliah, salah satunya dengan cicilan, melalui aplikasi Danacita yang cukup membayar sebesar 600 ribuan perbulannya.(Ozi)

 

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *