News  

Cegah Obesitas pada Anak, Unilever Hentikan Tayangan Iklan untuk Produk Es Krim

Unilever Hentikan Promosi Produk Es Krim

Milenianews.com, Washington – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut obesitas pada anak menjadi salah satu masalah paling serius saat ini.

Unilever, sebagai produsen makanan dan minuman, akan menghentikan promosi produk es krim untuk anak-anak dengan umur di bawah 13 tahun sebagai upaya mencegah obesitas pada anak.

Unilever punya banyak varian produk es krim untuk anak-anak. Seperti produk premium Ben & Jerry’s dan Talenti, es krim Breyers, Klondike dan Good Humor,Magnum, Cornetto, Viennetta dan Choc Ice.

Baca Juga : WHO Tetapkan Virus Korona sebagai Darurat Internasional

“Ini menjadi alasan utama unilever untuk berkomitmen pada prinsip promosi iklan,” menurut laporan Unilever, dikutip Republika, yang melansir Washington Post, Senin (15/2).

Unilever tidak Akan Menggunakan Lisensi Karakter Kartun dan Tokoh Anak

 

 


Foto : Es Krim dengan karakater tokoh kartun Spongebob dan Patrick.

Unilever menyebut 25 persen penonton dari iklan di televisi dan media lainnya merupakan anak-anak. Sehingga platform tersebut tidak akan lagi menayangkan iklan produk unilever. Unilever juga akan menghentikan promosi mereka di sekolah-sekolah.

Selain itu, dalam produk mereka untuk anak berusia 12 tahun, tak akan menggunakan lisensi karakter kartun atau tokoh anak-anak.

Peningkatan angka obesitas pada anak dan remaja sendiri, sudah terjadi sejak 1970. Penurunan beberapa persen saja bisa menyelamatkan ribuan anak dari diabetes, penyakit jantung dan penyakit turunan lainnya.

Tingkat obesitas tertingi terjadi di wilayah Missisipi sebesar 25,4 persen dengan tingkat obesitas pada anak 10-17 tahun dengan menempati porsi 15,3 persen obesitas nasional.

Dalam produk Unilever sekarang, juga akan diberi label “Dibuat dengan tanggung jawab untuk anak”.

Biaya Promosi Unilever


Foto : Es Krim premium Magnum produksi Unilever

Untuk produksi akhir tahun 2020 nanti, akan dibuat dengan kalori lebih rendah dengan maksimal 12 gram gula per porsinya.

Baca Juga : WHO Mencatat, Setiap Satu Detik Satu Orang Bunuh Diri

Pada 2016 silam, biaya marketing Unilever mencapai USD13,5 miliar (Rp. 184 miliar) diberbagai platform media.

Sementara untuk total pendapatannya sebesar USD58,22 miliar pada 2019 turun dari USD60,32 miliar pda 2017.

Penurunan penjualan eskrim jadi satu kontributor utama. Konsumsi per kapitanya terus mengalami tren penurunan. (Ikok)

Sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *