News  

BPKH Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Haji Bersama FK KBIHU Jawa Timur dan Pemangku Kepentingan Perhajian

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperkuat sinergi pengelolaan dan literasi keuangan haji melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama DPW Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Jawa Timur,  beberapa waktu lalu. (Foto: Dok BPKH)

Milenianews.com, Surabaya– Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperkuat sinergi pengelolaan dan literasi keuangan haji melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama DPW Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Jawa Timur, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis di bidang perhajian.

Anggota Dewan Pengawas BPKH M. Dawud Arif Khan menegaskan pentingnya peran KBIHU sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan dana haji dan menekan angka pembatalan porsi haji, khususnya di Jawa Timur. “KBIHU memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi jemaah selama di Tanah Suci dan membantu Pemerintah dalam menjaga serta mengadvokasi jamaah, terutama ketika mereka mendapatkan masalah di sana. Perang penting ini perlu dihargai, dan sangat baik apabila jamaah Haji maupun Umrah itu didorong untuk mengikuti KBIHU agar ibadah mereka lebih terarah, terjaga, dan lebih tenang dalam beribadah,” kata Dawud dalam acara yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu.

Dawud yang juga Wakil Rekor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ)  menambahkan, “Melalui sinergi antara KBIHU, Kemenhaj dan Umrah, serta BPKH, diharapkan jamaah dapat terlayanani dengan lebih baik. Selain itu,  literasi keuangan haji dapat meningkat, sehingga jemaah dapat memahami tatacara peribadatan Haji dan Umrah yang lebih sempurna, memahami kondisi yang akan mereka hadapi di tanah suci, dan bagaimana menghadapinya. Khusus bagi BPKH, diharapkan bahwa lebih banyak pihak yang memahami bahwa dana haji dikelola secara aman, transparan, dan memberikan nilai manfaat bagi kemaslahatan jamaah dan umat.”

Baca Juga : Anggota Dewan Pengawas BPKH Dr. Dawud Arif Khan:  Fatwa Bulion Syariah Perkuat Transformasi Ekosistem Keuangan Haji Nasional

Ketua DPW FK KBIHU Jawa Timur menyampaikan komitmen KBIHU untuk terus berkolaborasi dengan BPKH, Kementerian Agama, dan sekarang Kementerian Haji dan Umroh  dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada jemaah haji waiting list. “Kami siap menjadi mitra aktif BPKH, Kementerian Agama, dan sekarang Kementerian Haji dan Umroh dalam mengedukasi jemaah, khususnya agar tidak mudah melakukan pembatalan porsi haji dan tetap menjaga kesiapan spiritual selama masa tunggu,” ungkapnya.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi BPKH dalam memperkuat literasi keuangan haji di daerah dengan jumlah jemaah waiting list terbesar. “BPKH terus mendorong kolaborasi dengan para pemangku kepentingan daerah agar pengelolaan keuangan haji dapat dipahami secara utuh oleh jemaah. Sinergi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan dan keberlanjutan dana haji,” jelas Harry.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menjaga ekosistem perhajian yang sehat. “Kementerian Agama mendukung penuh upaya BPKH dan KBIHU dalam meningkatkan literasi dan pembinaan jemaah haji. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan penyelenggaraan haji yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, yang menilai kolaborasi antara BPKH, Kemenag, dan KBIHU sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem perhajian nasional. “Pengelolaan dana haji yang profesional harus diiringi dengan pemahaman jemaah. Kolaborasi lintas institusi seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan umat dan meningkatkan kualitas layanan haji,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, BPKH berharap terbangun komitmen bersama dalam menekan angka pembatalan porsi haji, meningkatkan literasi keuangan haji, serta memperkuat pembinaan jemaah haji waiting list, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *