News  

Bosowa Peduli Berkomitmen untuk Terus Membantu Korban Bencana Sumatera Hingga Tahap Recovery dan Rehabilitasi

Bosowa Peduli menyalurkan bantuan untuk korban bencana Sumatera. (Foto: Dok Bosowa Peduli)

Milenianews.com, Bogor—Dampak bencana Sumatera yang mencakup tiga provinsi – Sumatera Utara, Sumatera  Barat dan Aceh – masih belum selesai. Tahapan pertama, yakni emergency boleh dibilang ada yang  sudah hampir selesai. Namun ada yang tidak kalah penting, yakni tahapan recovery dan rehabilitasi.

“Tahapan emergency, seperti penyaluran bantuan makanan, pakaian dan obat-obatan boleh dikatakan Sebagian sudah selesai. Namun ada tahapan berikutnya yang tidak kalah penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yakni tahapan recovery dan rehabilitasi, dan dua tahapan ini justru sering dilupakan atau ditinggalkan,” kata Head of Bosowa Peduli, Hafit Timor Mas’ud, Jumat (26/12/2025).

Ia menyebutkan, bantuan tahap pertama (emergency) disalurkan oleh Bosowa Peduli – Lembaga Amil Zakat yang saat ini sedang dalam proses menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) —  bekerja sama dengan Bosowa Asuransi, PMI dan mitra di loaksi  ke sejumlah titik terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak awal Desember 2025.

Di Sumatera Utara, distribusi bantuan Bosowa Peduli-Bosowa Asuransi dilakukan di Posko Terpusat BPBD Kota Medan di Jl. Rotan Proyek, Dusun 8 Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, serta Jl. Patimura Desa Pematang Tengah (Serapuh) Tanjung Pura – Langkat.

Di Sumatera Barat, bantuan tahap emergency disalurkan  ke  2 titik, yakni di Solok dan Agam. “Tim Bosowa Peduli  berada di dua titik itu selama tujuh hari. Alhamdulillah, banyak yang kami bantu di sana, terutama bantuan emergency,” ujarnya.

Hafit mengemukakan, berdasaran laporan dari lapangan, bencana Sumatera memang sangat masif. Karena itu diperkirakan butuh waktu relatif  lama untuk penanganannya.

“Mungkin sekarang emergency   sudah  selesai, tapi kerusakan di mana-mana. Jadi sekarang  sudah masuk ke tahapan recovery, kemudian rehabilitasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, banyak sekali gedung, rumah, sekolah gedung pemerintahan, masjid yang memang terdampak luar biasa  akibat bencana Sumatera.  “Dan ini yang akan menjadi obyek bantuan selanjutnya dari Bosowa Peduli,  insya Allah di akhir Desember  2025  dan Januari 2026,” kata Hafit.

Hafit menegaskan, tahapan recovery dan rehabilitasi itu sangat penting dan diperlukan oleh masyarakat. “Tahapan emergency sudah hampir  lewat, sekarang kita masuk tahapan yang justru  tidak kalah pentingnya, yakni kebutuhan  recovery dan rehabilitasi. Tujuannya agar saudara-saudara kita di  Sumut, Sumbar dan Aceh bisa melanjutkan kehidupan mereka.  Itu  hal yang utama saat ini dan  itulah  yang coba  kami dukung dari sekarang oleh  Bosowa Peduli Bersama dengan unit-unit bisnis dari Bosowa,” paparnya.

Membangun MCK dan Sumber Air

Hafit mengemukakan, salah satu sarana yang paling mendesak saat ini adalah  MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan sumber air. Semua warga penyintas bencana Sumatera pasti membutuhkan MCK dan sumber air.

“Target Bosowa Peduli saat  ini Adalah membangun 2 unit MCK dan sumber air di Sumatera Barat. Tiap unit MCK dan sumber air itu bisa melayani masing-masing sekitar 600 orang,” ujarnya.

Kemudian, untuk sekolah-sekolah dan pesantren di Sumatera barat yang bangunannya  rusak maupun terendam lumpur,  Bosowa Peduli  berkomitmen untuk membantu renovasinya. Bosowa Peduli juga menyalurkan bantuan Al-Qur’an  dan alat tulis untuk para siswa dan santri. “Hal ini sangat penting, agar para siswa dan santri dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Jangan sampai kegiatan belajar-mengajar mereka terhenti karena ada bencana Sumatera,” kata Hafit.

Masuk ke Aceh

Hafit mengungkapkan, selain menyalurkan bantuan untuk penyintas bencana di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Bosowa Peduli juga akan menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Aceh.

“Tidak bisa semuanya kita garap. Kita akan mengkhususkan pada hal-hal yang paling penting yang diharapkan. Juga kita berusaha untuk masuk ke Aceh khususnya bantuan emergency pangan. Kita lagi mencoba koordinasi  dengan beberapa lembaga untuk bisa masuk ke Aceh,” kata Hafit.

Ia menyebutkan pesan dari owner Bosowa Group untuk membantu semaksimal mungkin korban bencana Sumatera.  “Pesan owner: yang paling utama adalah kita harus turun menyalurkan bantuan kepada korban bencana Sumatera. Apalagi owner Bosowa Group sangat concern dalam bidang sosial. Intinya adalah  kita harus turun dan harus hadir di sana (wilayah bencana), menjejakkan karya-karya sosial yang  bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Hafit menyebuktan, kegiatan Bosowa Peduli di Sumatera didukung oleh semua unit usaha Bosowa Group. “Semua unit terlibat, baik perusahaan maupun karyawan. Yang juga sangat menggembirakan adalah bantuan dari seluruh sekolah di bawah naungan Bosowa Education, yakni Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon (SBAC), serta Bosowa School Makassar (BSM) dan Sekolah Alam Bosowa (SAB) Makassar. Kontribusi mereka luar biasa dalam menggalang dana dan ini  menjadi amanah yang harus kami tunaikan  segera, agar bsia langsung dirasakan manfaatnya oleh maryarakat korban bencana di Sumatera,” kata Hafit.

Hafit juga mengemukakan, hingga saat ini Bosowa Peduli masih terus mengumpulkan donasi untuk para korban bencana Sumatera. “Kami mengajak selruh  masyarakat untuk berempati  kepada para korban bencana Sumatera. Bukan hanya pada tahap  emergency, tapi juga recovery dan rehabilitasi  dan ini yang paling utama saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan,  “Apalagi saat ini sudah menjelang Ramadhan. Kita harapkan bantuan  tahap recovery dan rehabilitasi, terutama sarana dan prasara pendidikan,  sudah bisa dimanfaatkan oleh para santri dan siswa saat Ramadhan tiba.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *