News  

Berkontribusi Besar di Ekonomi, Daerah Pesisir Harus Ada Pendorong

AA lanyalla mahmud mattaliti, Ketua DPRD RI berikan sambutan pada gelaran Indonesia Smart nation Award yang diselenggarakan oleh Citiasia di ICE BSD pada Kamis (8/8). (Foto: Nikita/Milenianews)
AA lanyalla mahmud mattaliti, Ketua DPRD RI berikan sambutan pada gelaran Indonesia Smart nation Award yang diselenggarakan oleh Citiasia di ICE BSD pada Kamis (8/8). (Foto: Nikita/Milenianews)

Milenianews.com, Jakarta – Daerah pesisir Indonesia diungkap memiliki kontribusi yang besar di bidang ekonomi karena menjadi jalur perdagangan internasional maupun nasional serta pusat pengolaan sumber daya alam laut dalam menopang kebutuhan SDM lain di daerah daratan.

Hal tersebut disampaikan oleh Restuardy Daud, Dirjen bina Pembangunan Daerah Kemendagri dalam sambutannya di gelaran Indonesia Smart Nation Award 2024 yang diselenggarakan oleh Citiasia di ICE BSD pada Kamis (8/8) lalu.

Baca juga: Citiasia Sukses Gelar Indonesia Smart Nation Award 2024

“Ini juga saya kira alasan pesisir memberikan kontribusi yang cukup besar di bidang ekonomi,” pungkasnya.

Lebih lanjut, daerah pesisir dinilai memiliki banyak hambatan, yaitu kerusakan lingkungan, bencana alam, degradasi, dan lainnya.

“Degradasi, kerusakan lingkungan dan ekosistem yang menyebabkan becana alam didaerah. itu menjadi PR yang harus dihadapi. Perlu ada topang dengan peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber daya Manusia (SDM),” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan perlu adanya rehabilitasi terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi. Dengan harapan hal itu, bisa membangun kembali kejayaan maritim Indonesia selayaknya dahulu pada masa kolonial.

Pada kesempatan yang sama, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti Ketua Dewan perwakilan Daerah (DPRD) Republik Indonesia menyampaikan, terdapat jarak yang cukup jauh antara pendapatan asli daerah daratan dengan daerah kepulauan, terkhusus daerah timur Indonesia yang beberapa masih masuk ke dalam kategori daerah tertinggal.

“Pendapatan asli daerah daratan dengan daerah kepulauan terjadi gap yang cukup tinggi. Bahkan beberapa daerah kepulauan khususnya di wilayah Timur Indonesia masuk masuk kategori daerah tertinggal,” katanya.

Baca juga: Social Entrepreneur Bisnis Sampah, Wilda Yanti Raih AWEN AWARD

Guna mengatasi hal itu, dibutuhkan kontribusi dari berbagai pihak baik pemerintah maupun non pemerintah. Mahmud menilai program Smart Nation Award dapat menjadi salah satu contoh yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Dibutuhkan Inisiatif dari pihak non pemerintah. Contohnya dari yang telah dilakukan Citiasia melalui program Indonesia Smart Nation Award malam ini,” sambungnya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *