News  

Bekal Telur Ceplok di Tengah Antrean: Kisah Pilu Warga Berjuang Menghidupkan Kembali ‘Napas’ BPJS Mereka

menghidupkan kembali BPJS
Source: Pandangan Jogja

Milenianews.com, Jakarta – Jika ada yang bilang birokrasi kita sudah sepenuhnya digital dan antiribet, mungkin mereka perlu sesekali berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Yogyakarta pekan ini. Di sana, pemandangannya bukan lagi soal efisiensi aplikasi, melainkan tentang kerumunan manusia dengan raut wajah cemas, dan perjuangan fisik yang menguras energi dalam menghidupkan kembali BPJS mereka yang sempat mati suri (Antre Reaktivasi BPJS PBI).

Sejak subuh menyingsing, warga sudah “menabung” nasib dengan mengantre nomor urut. Tujuannya cuma satu: mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang tiba-tiba “mati suri” di sistem. Bagi mereka, kartu itu bukan sekadar kartu plastik, tapi napas untuk bertahan hidup.

Baca juga: Kabar Gembira Buat ‘Sobat Nunggak’: Menkeu Siap Hapus Denda dan Tunggakan BPJS Kesehatan Kelas 3!

Bertahan dengan Telur Ceplok Nomor Antrean 317

Salah satu momen yang paling mengiris hati viral lewat unggahan akun @ahquote yang bersumber dari @pandanganjogja, Kamis (12/2). Pasangan suami istri, Agus Suwanto dan Sri Endah, tertangkap kamera sedang menyantap bekal sederhana berupa telur ceplok di tengah riuhnya antrean.

Mereka bukan sedang piknik, tapi sedang “bertahan hidup” demi menunggu nomor antrean 317 dipanggil. Agus punya riwayat penyakit paru yang butuh kontrol rutin, sementara sang istri harus suntik insulin setiap hari. Tanpa BPJS yang aktif, biaya obat-obatan tersebut bisa mencekik leher ekonomi keluarga mereka.

Membawa bekal adalah cara mereka menghemat biaya agar tidak habis untuk jajan saat menunggu berjam-jam. Sebuah potret nyata betapa mahalnya harga sebuah “layanan gratis” jika administrasi bermasalah.

Drama “Riwa-riwi” dan Data yang Nyangkut

Bukan cuma soal lama menunggu, proses reaktivasi ini juga seringkali menuntut warga untuk “riwa-riwi” alias bolak-balik. Sumiyati (60), warga Ngampilan, harus merasakan pahitnya bolak-balik selama dua hari hanya karena ada sedikit kesalahan data di Kartu Keluarga (KK)-nya.

Baca juga: Nyawa di Ujung Data: Ratusan Pasien Cuci Darah ‘Dipaksa’ Pulang karena BPJS PBI Tiba-tiba Mati Suri

“Dua hari saya (bolak-balik), karena ada kesalahan di KK saya. Sebelum MPP dibuka, saya sudah ambil antrean dulu,” keluh Sumiyati yang dikutip dari Kompas, Kamis (12/2).

Ia baru sadar BPJS-nya nonaktif setelah berita ramai beredar. Padahal, ia dan suaminya penderita darah tinggi yang wajib kontrol. Bayangkan kecemasan seorang ibu yang dijadwalkan rontgen pada 24 Februari mendatang, namun hingga kini masih harus bergelut dengan tumpukan berkas dan antrean panjang.

Pemkot Yogyakarta Turun Tangan dengan Rp 32 Miliar

Di tengah hiruk-pikuk keluhan warga, Pemerintah Kota Yogyakarta sebenarnya tidak tinggal diam. Menyadari banyaknya warga yang “terdepak” dari sistem PBI pusat, Pemkot menyiapkan dana talangan yang fantastis: Rp 32 miliar.

Anggaran yang bersumber dari APBD murni ini disiapkan khusus untuk meng-cover warga yang status BPJS PBI-nya dicabut oleh pemerintah pusat. Tujuannya jelas, agar warga seperti Pak Agus dan Ibu Sumiyati tidak sampai terlantar saat butuh tindakan medis.

Namun, meski uangnya ada, proses administrasinya ternyata masih menjadi “tembok tinggi” yang melelahkan bagi rakyat kecil.

Baca juga: BPJS PBI Tiba-tiba ‘Mati Suri’ Jangan Panik Dulu, Ini Jurus Jitu Hidupkan Lagi via Puskesmas dan Dinsos!

Evaluasi Besar yang Harus Dilakukan

Kekacauan reaktivasi BPJS PBI ini adalah pengingat keras bahwa pembaruan data (DTSEN) tidak boleh hanya dilakukan di atas kertas atau layar komputer kementerian. Ada nyawa manusia di balik setiap baris data yang dinonaktifkan.

Bagi kita yang masih sehat dan memiliki BPJS aktif, kisah telur ceplok Pak Agus adalah teguran untuk lebih peduli. Dan bagi pemerintah, semoga antrean panjang ini menjadi evaluasi besar: jangan sampai untuk mendapatkan hak sehat saja, rakyat harus “berdarah-darah” secara fisik dan mental di kantor pelayanan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *