Milenianews.com, Jakarta – Auckland City Mission, sebuah badan amal di Selandia Baru meminta maaf setelah tanpa sengaja membagikan permen yang mengandung metamfetamin.
Beberapa orang menerima permen ini, dan lima orang butuh perawatan medis.
Baca juga: Plt Bupati Bogor Minta Satgas Tegas Tindak Peredaran Narkoba di Lingkungan Sekolah
Permen ini diduga terkait dengan penyelundupan narkoba internasional. Polisi dan Auckland City Mission kini berupaya memperingatkan penerima sumbangan.
Mengutip Kompas.com, Senin (19/8), Yayasan Narkoba Selandia Baru mengatakan, sampel tes dari sepotong permen putih yang tampak tidak berbahaya dalam bungkus kuning cerah itu menunjukkan positif metamfetamin.
Sarah Helm, selaku Juru bicara yayasan, mengatakan, permen yang dites mengandung sekitar tiga gram metamfetamin. Zat tersebut, ratusan kali lebih besar dari dosis umum yang dikonsumsi oleh pengguna narkoba.
Sarah mendesak orang-orang yang menerima permen dari badan amal Auckland itu untuk tidak mengonsumsinya. Permen tersebut disumbangkan secara anonim oleh seorang warga, dalam paket bermerek yang disegel. Permen kemudian didistribusikan dalam bentuk paket makanan.
Baca juga: Siap Berantas Narkoba, GANNAS Jalin Kerja Sama dengan Polresta Bogor
“Kemungkinan di Selandia Baru ada zat mematikan yang dikemas seperti loli (permen),” kata Helen Robinson dari Auckland City Mission kepada wartawan.
“Kita harus berasumsi bahwa ini semacam kiriman”.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.