News  

AS dan Rusia Sepakat Pulihkan Misi Diplomatik Masing-Masing

Milenianews.com, Jakarta – Amerika Serikat dan Rusia telah mencapai kesepakatan pada Selasa (18/2), untuk memulihkan fungsi normal misi diplomatik masing-masing. Kesepakatan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, setelah pertemuan dengan pejabat tinggi Rusia di Arab Saudi.

Baca juga: Kondisi Ekonomi Ukraina Pasca Invasi Rusia: Tantangan dan Peluang

Melansir dari CNN, langkah ini menunjukkan adanya pelonggaran besar terhadap pembatasan yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintahan AS terhadap misi diplomatik Rusia. Pembatasan tersebut diterapkan akibat invasi Rusia ke Ukraina serta berbagai tindakan lainnya yang dianggap merugikan kepentingan AS.

Pembicaraan di Riyadh merupakan bagian dari upaya menuju penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Presiden Donald Trump, yang baru saja menjabat bulan lalu, telah menginstruksikan pejabat tinggi pemerintahannya untuk memulai negosiasi dengan Rusia. Rubio menyebut bahwa langkah awal dari kesepakatan ini adalah membentuk tim yang akan bekerja cepat untuk memulihkan operasional kedutaan besar kedua negara.

Amerika Serikat dan Rusia Memulihkan Hubungan Diplomatik

Selama dekade terakhir, hubungan diplomatik antara AS dan Rusia mengalami ketegangan yang signifikan. Kedua negara beberapa kali saling mengusir diplomat serta membatasi perekrutan staf baru untuk misi diplomatik. Hal ini menyebabkan kekurangan staf di kedutaan besar kedua negara dan menghambat komunikasi diplomatik.

Rubio menyoroti bahwa kebijakan pembatasan tersebut telah “sangat mengurangi kemampuan AS untuk beroperasi di Moskow,” dan Rusia juga mengalami kendala serupa di Washington. Ia menegaskan pentingnya pemulihan kedutaan besar yang berfungsi secara normal agar komunikasi tetap berjalan dengan baik.

Namun, Rubio juga menegaskan bahwa ia tidak akan membahas detail teknis dari kesepakatan ini secara terbuka. Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini operasi misi diplomatiknya di Rusia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah lebih dulu membahas persoalan ini dengan Rubio dalam panggilan telepon pada hari Sabtu sebelum pertemuan di Riyadh. Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi bahwa salah satu topik utama yang dibahas adalah mengenai fungsi misi diplomatik Rusia di AS.

Sebelum invasi penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, AS sudah menghadapi keterbatasan diplomatik di Rusia. Pemerintah Rusia membatasi jumlah staf diplomatik AS, yang akhirnya memaksa Washington menutup konsulatnya di Vladivostok dan Yekaterinburg. Dengan adanya kesepakatan baru ini, diharapkan hubungan diplomatik kedua negara dapat kembali berjalan lebih efektif.

Baca juga: Tencent Cloud Day Perdana Berhasil Digelar di Indonesia

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *