Erlan mengungkapkan bahwa peran kampus turut membentuk dasar pengembangan dirinya, baik dari sisi pengetahuan maupun pengembangan diri. Ia menekankan pentingnya menggali informasi secara mendalam dan teliti dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam memahami karakter pelanggan.
Baca juga: Kisah Sukses Alumni UNM: Heri Suprihatin Membangun Brand Teh Hijau 134 dari Nol
“Kampus memberikan saya dasar knowledge dan self development, tapi di lapangan kita harus terus belajar menghadapi berbagai karakter dan situasi,” ujarnya dalam MOKA SERASI 2026.
Ia juga membagikan awal perjalanannya memulai bisnis pada 2017 di Depok, yang saat itu dikenal sebagai salah satu pusat layanan teknologi dan IT solution. Menurutnya, memulai usaha tidak harus menunggu siap sepenuhnya.
“Mulai bisnis itu tidak harus menunggu siap. Yang penting punya keberanian untuk memulai dan terus belajar dari proses,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erlan menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat sebelum terjun ke dunia usaha. “What you think is what you get, jadi bangun mindset positif dan mental yang kuat. Jangan baperan, kalau hari ini belum ada pelanggan tetap harus optimis,” ungkapnya.
Baca juga: Dari Bangku Kuliah ke Garda Siber TNI, Alumni UNM Buktikan Kampus Digital Bisnis Cetak Talenta Pertahanan Negara
Ia juga menambahkan, “Gagal itu bagian dari proses. Kalau gagal tujuh kali, harus bangkit delapan kali. Evaluasi, perbaiki, dan terus bergerak.”
Menutup sesi, Erlan mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir. “Jangan hanya ingin jadi sukses, tapi siapkan diri agar pantas menjadi sukses,” pesannya. Ia berharap mahasiswa UNM mampu membangun karakter mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan.