Milenianews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) luncurkan program Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang mendukung revitalisasi mesin industri guna tingkatkan produktivitas dan perkuat daya saing industri nasional di pasar global pada Minggu (9/11).
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita katakan program tersebut bertujuan agar industri nasional semakin kompetitif dan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang menarik investasi.
Baca juga: Industri Manufaktur Melejit, Jadi Motor Utama Ekonomi Triwulan III 2025
Peluang Pembiayaan bagi Industri Padat Karya
Menperin sebutkan sektor penerima KIPK mencangkup industri makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi dan alas kaki. Industri kulit dna barang kulit, furnitur, serta mainan anak juga termasuk.
“Sektor-sektor ini memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” tuturnya melalui siaran pers yang diunggah pada Minggu (9/11).
Meskipun begitu, ia akui tingkat pemanfaatan KIPIK masih rendah. Banyak pelaku industri yang belum mengetahui dan mengakses fasilitas tersebut. Ini dinilai sebagai peluang besar bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Dikatakan juga bahwa program ini mendukung pencapaian misi Astra Cita pemerintah termasuk memperkuat daya saing industri nasional, menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas basis ekspor.
Percepatan Implementasi dan Persyaratan KIPK
Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) tegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan program KIPK.
“keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada regulasi dan skema pembiayaan, tetapi juga pada sinergi antar instansi dan kecepatan pelaksanaannya di lapangan,” kata Reni dalam siaran pers yang sama.
Dijelaskan, perusahaan yang mengajukan KIPK harus memiliki minimal 50 tenaga kerja dan telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Pihaknya akan mendorong percepatan pembiayaan KIPIK.
Baca juga: Kemenperin: Investasi Apple di Batam Hanya USD200 Juta
Dirinya juga mengajak pemerintah daerah aktif mendata pelaku industri potensial dan memberi fasilitas pendampingan guna akses terhadap pembiayaan lebih inklusif.
“Kemenperin berperan sebagai enabler dan accelerator agar program KIPIK berjalan efektif dan tepat sasaran,” ucap Reni.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







