Milenianews.com, Bekasi – Usia sebuah lembaga pendidikan tidak hanya dihitung dari lamanya berdiri. Nilai utamanya terletak pada kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Hal itu tampak dalam peringatan Dies Natalis ke-38 Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI) pada 3 Maret 2026.
Sejak berdiri pada 3 Maret 1988, BSI berfokus mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja. Selama hampir empat dekade, institusi ini terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan industri.
Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Perkembangan teknologi dan perubahan regulasi pendidikan menuntut BSI untuk terus beradaptasi. Meski begitu, lembaga ini tetap menjaga konsistensinya dalam dunia pendidikan.
Empat Dekade Perjalanan Pendidikan
Momentum Dies Natalis ke-38 menjadi ruang refleksi bagi perjalanan panjang BSI. Selama puluhan tahun, lembaga ini telah melahirkan ribuan lulusan yang bekerja di berbagai sektor strategis.
Banyak alumni BSI kini berkiprah di dunia industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran mereka menjadi bukti kontribusi nyata lembaga pendidikan tersebut.
Selain itu, perkembangan teknologi juga mendorong BSI untuk terus menyesuaikan metode pembelajaran. Langkah ini penting agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Ramadan dan HUT ke-38 BSI Jadi Saksi Konsistensi untuk Bangsa
Komitmen Membangun SDM Unggul
Pembina Yayasan Bina Sarana Informatika, Herman Pratikto Harsoyo, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang BSI.
“Kami bersyukur Bina Sarana Informatika mampu bertahan, tumbuh, dan terus berkontribusi selama 38 tahun. Ini bukan perjalanan yang mudah, tetapi kerja keras dan semangat kebersamaan membuat BSI terus hadir mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya dalam perayaan Dies Natalis ke-38, Selasa (3/3).
Menurutnya, capaian saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang. Namun, BSI tidak ingin berhenti pada keberhasilan tersebut.
“Capaian hari ini adalah hasil perjalanan panjang. Kami berharap BSI semakin dikenal sebagai institusi pendidikan yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Menatap Tantangan Era Digital
Herman juga menilai tantangan pendidikan akan semakin kompleks di era digital. Karena itu, BSI terus memperkuat kualitas pembelajaran dan memperluas kolaborasi dengan dunia industri.
Selain itu, pembaruan kurikulum menjadi langkah penting. Kurikulum yang relevan membantu mahasiswa memahami kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Melalui langkah tersebut, BSI berharap dapat terus mencetak lulusan yang adaptif dan kompeten.
Perayaan Dies Natalis ke-38 ini menjadi simbol komitmen BSI untuk terus berinovasi. Dengan semangat yang telah terbangun sejak 1988, BSI optimistis mampu berkontribusi dalam mencetak generasi unggul bagi Indonesia.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













