News  

320 Kiai Meninggal karena COVID-19

Kiai Meninggal Dunia
Foto : Ilustrasi Covid-19.

Milenianews.com, Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU) mencatat lebih dari 320 kiai meninggal akibat COVID-19. NU mendukung penuh program vaksinasi, khususnya pada kelompok lanjut usia (lansia).

“Sampai saat ini sudah terdata lebih dari 320 kiai dan ibu nyai yang meninggal karena COVID-19,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli COVID-19, Makky Zamzami dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2).

Baca Juga : Seminggu, TPU Bambu Wulung Makamkan 425 Jenazah Covid-19

Makky mengatakan ada sembilan juta anggota NU yang berusia di atas 60 tahun. Maka dari itu, NU menyambut baik keputusan pemerintah memprioritaskan vaksinasi bagi lansia pada tahap kedua.

“Strategi (vaksinasi) ini harus segera terwujud karena ini akan sangat membantu,” ucapnya.

Vaksinasi tahap kedua untuk lansia

Ia menyebut, NU siap membantu pemerintah menyukseskan program vaksinasi. Mereka bakal mensosialisasikan manfaat dan keamanan vaksin COVID-19 di masyarakat.

“NU sudah siap membantu sosialisasi vaksin, termasuk kami juga bisa mendampingi,” ucap dia.

Makky mengusulkan pemerintah membuat skema pelayanan vaksinasi satu hari penuh bagi lansia. Skema pelayanan ini penting agar penyuntikan vaksin bisa segera selesai.

“Ketika tensi atau gulanya tinggi, harus turun dulu dan di observasi dalam satu hari penuh kemudian baru vaksinasi,” ucap Makky.

Sebanyak 181,5 juta dari 270 juta penduduk Indonesia, mendapat prioritas penyuntikan vaksin. Tahap satu sudah berlangsung dengan upaya penyuntikan terhadap tenaga kesehatan (nakes), sebanyak 1.468.764 jiwa.

Baca Juga : Ashanty dan Keluarga Positif COVID-19

Vaksinasi tahap awal kepada nakes ditargetkan selesai akhir Februari 2021. Sementara itu, vaksinasi COVID-19 tahap kedua sudah mulai pada Rabu, 17 Februari 2021. Sasaran program ini ialah petugas pelayanan publik dan masyarakat lanjut usia (lansia).

Total 38 juta orang bakal menerima vaksin pada tahap kedua. Tahapan ini dimulai dari Pulau Jawa dan Bali. Tahap ini juga menargetkan rampung pada Mei 2021.(Ahmad Fachrurozi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *