Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Wajib Diketahui

Asma Khodijah, Mahasiswa STEI SEBI. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Mata Akademisi– Anda pastinya sudah pernah mendengar dengan istilah “wirausaha” dan “wiraswasta”. Kedua istilah ini pun biasanya digunakan secara bergantian dalam konteks tertentu. Walau terdengar serupa tapi tidak sama, lho. Dan nyatanya masih banyak orang yang keliru memahami perbedaan wirausaha dan wiraswasta.

Tapi tahukah Anda perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta? Yuk, Simak artikel ini sampai selesai, ya. Supaya tidak kebalik-balik lagi!

  1. Perbedaan Pengertian Wirausaha dan Wiraswasta
  2. Wirausaha (Entrepreneurship)

Wirausaha adalah konsep yang mencakup sikap, keterampilan, dan tindakan individu dalam menciptakan, mengembangkan, dan mengelola usaha atau inisiatif bisnis. Seorang wirausaha adalah seseorang yang cenderung menciptakan peluang, mengambil risiko, dan berinovasi dalam memulai atau mengembangkan bisnis baru. Dengan kata lain, wirausaha dapat disebut pemberani, berani untuk menanggung segala resiko dari bisnis atau usaha yang sedang ditekuni.

Secara etimologis, wirausaha berasal dari dua kata, yaitu “Wira” dan juga “Usaha”. Definisi dari Wira yaitu manusia yang unggul, gagah berani, seorang pejuang, dan berwatak agung hingga dimaknai sebagai pahlawan. Sedangkan definisi Usaha adalah kegiatan bekerja atau melakukan sesuatu.

Wirausaha melibatkan proses kreatif, di mana individu mencari cara baru untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pasar dengan menciptakan produk atau layanan baru. Fokus utama wirausaha adalah pada penciptaan nilai tambah, inovasi, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

  1. Wiraswasta

Wiraswasta merujuk kepada individu yang memiliki atau menjalankan bisnis dengan tujuan memperoleh keuntungan. Menurut Istilah, wiraswasta adalah orang yang berani mengambil sikap, berpikir, serta berani mengambil tindakan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, agar dapat menciptakan pekerjaan dan berkarir secara mandiri.

Secara etimologis, wiraswasta berasal dari dua kata, yaitu “Wira” dan “Swasta”. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan Swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni “Swa” dan “Sta”. Swa artinya sendiri, dan Sta, berarti berdiri. Jadi, Swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri.

Seorang wiraswasta mungkin tidak selalu menjadi wirausaha sejati, karena mereka mungkin tidak terlibat dalam inovasi atau penciptaan produk baru, tetapi lebih fokus pada pengelolaan dan operasional bisnis yang sudah ada. Wiraswasta sering kali lebih menekankan pada aspek-aspek manajemen, termasuk operasional sehari-hari, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.

Nah, dari perbedaan antara kedua konsep ini bisa disimpulkan bahwa wirausaha lebih menekankan pada aspek inovatif, kreatif, dan pengembangan bisnis baru, sementara wiraswasta lebih berkaitan dengan pengelolaan dan operasional bisnis yang sudah ada dengan tujuan memperoleh keuntungan.

  1. Perbedaan Fokus Usaha

Wirausaha: Biasanya fokus pada menciptakan dan mengembangkan bisnis baru atau inovasi produk, layanan, atau proses yang belum ada sebelumnya. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap risiko dan lebih berorientasi pada pengembangan ide-ide baru.

Wiraswasta: Lebih cenderung fokus pada pengelolaan dan operasional bisnis yang sudah ada. Mereka mungkin tidak terlalu berfokus pada inovasi, tetapi lebih pada memperoleh keuntungan dari bisnis yang sudah mapan.

  1. Perbedaan Kepemilikan Aset

Wirausaha: Tergantung pada fase bisnis, wirausaha mungkin tidak memiliki aset yang besar pada awalnya karena mereka memulai bisnis baru. Mereka mungkin bergantung pada pembiayaan eksternal seperti modal ventura atau pinjaman untuk memulai.

Wiraswasta: Biasanya memiliki aset dalam bisnis yang sudah ada. Mereka mungkin telah membangun modal sendiri atau mendapatkan pembiayaan untuk membeli atau mengoperasikan bisnis yang sudah berjalan.

  1. Perbedaan Lingkup Bisnis

Wirausaha: Dapat mencakup berbagai bidang dan sektor ekonomi, tergantung pada minat, keahlian, dan ide-ide kreatif individu. Mereka mungkin menciptakan bisnis dari nol di bidang teknologi, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Wiraswasta: Biasanya terlibat dalam bisnis yang sudah ada dan mungkin terbatas pada bidang atau industri tertentu. Mereka dapat memiliki toko ritel, restoran, layanan konsultan, atau bisnis jasa lainnya.

  1. Perbedaan Rencana Inovasi dan Pengembangan

Wirausaha: Biasanya fokus pada inovasi dan pengembangan produk, layanan, atau proses baru. Mereka mungkin melakukan riset pasar dan mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi untuk mengembangkan solusi yang inovatif.

Wiraswasta: Mungkin tidak selalu memiliki fokus yang sama pada inovasi. Mereka mungkin lebih memperhatikan pengembangan operasional dan strategi yang sudah terbukti efektif dalam bisnis yang sudah ada.

Cara menumbuhkan minat berwirausaha yaitu harus memiliki inovasi dan memahami manfaatnya antara lain sebagai berikut :

– mengenal seluk beluk dunia usaha

– mengasah talenta yang mempunyai semangat kewirausahaan

– mempunyai bekal ilmu yang bisa diaplikasikan sewaktu waktu

– mengetahui cara mencari uang selain bekerja sebagai karyawan

– mempunyai arahan pengusaha yang sukses

Pendekatan terhadap Risiko:

Wirausaha cenderung lebih terbuka terhadap risiko. Mereka siap untuk mengambil risiko besar dalam memulai bisnis baru atau memperluas operasi mereka.

Wiraswasta, di sisi lain, mungkin cenderung lebih konservatif dalam mengelola risiko. Mereka mungkin lebih condong pada strategi yang telah terbukti efektif dan lebih hati-hati dalam memasuki bidang baru atau mengubah model bisnis yang ada.

Inovasi dan Kreativitas:

Wirausaha dikenal karena inovasi dan kreativitas mereka dalam menciptakan solusi baru untuk masalah atau kebutuhan pasar yang ada.

Wiraswasta mungkin tidak selalu menempatkan inovasi sebagai prioritas utama. Mereka mungkin lebih fokus pada efisiensi operasional dan strategi yang telah teruji.

Sikap Mental:

Wirausaha memiliki sikap mental yang kuat terhadap kegagalan dan tantangan. Mereka bersedia untuk menghadapi ketidakpastian dan belajar dari kegagalan mereka. Wiraswasta mungkin memiliki pendekatan yang lebih stabil dan terfokus pada menjalankan bisnis dengan efisien tanpa terlalu banyak eksperimen atau risiko yang terlalu besar.

Tujuan dan Motivasi:

Wirausaha sering kali memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mendapatkan keuntungan finansial. Mereka mungkin memiliki visi untuk mengubah dunia atau meninggalkan warisan yang berarti.

Wiraswasta mungkin lebih fokus pada pencapaian tujuan keuntungan yang jangka pendek atau pencapaian target finansial tertentu.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa dalam konteks penggunaan sehari-hari, istilah “wirausaha” dan “wiraswasta” sering digunakan secara bergantian dan seringkali dapat memiliki makna yang tumpang tindih tergantung pada konteksnya.

Namun demikian, perbedaan yang ada dapat membantu memahami peran dan kontribusi yang berbeda antara wirausaha dan wiraswasta dalam ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan.

Sikap terhadap Kesempatan:

Wirausaha memiliki kecenderungan untuk melihat kesempatan di sekitar mereka dan bertindak untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Mereka dapat melihat peluang di mana orang lain mungkin melihat tantangan atau hambatan.

Wiraswasta, meskipun mungkin juga melihat kesempatan, cenderung lebih fokus pada pengelolaan bisnis yang sudah ada dan memaksimalkan potensi keuntungan dari model bisnis yang ada.

Peran dalam Inovasi dan Pembangunan Ekonomi:

Wirausaha sering kali dianggap sebagai agen utama inovasi dan pembangunan ekonomi. Mereka membawa ide-ide baru ke pasar, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Wiraswasta juga memiliki peran penting dalam ekonomi, terutama dalam hal mempertahankan stabilitas dan mengoptimalkan kinerja bisnis yang sudah ada.

Fleksibilitas dan Adaptabilitas:

Wirausaha sering kali harus sangat fleksibel dan adaptif terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis dan pasar yang berubah dengan cepat.

Wiraswasta juga membutuhkan tingkat fleksibilitas dan adaptabilitas, tetapi mungkin tidak sekuat wirausaha dalam menghadapi perubahan besar atau transisi ke model bisnis yang berbeda.

Dalam konteks globalisasi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat, kedua peran ini, baik wirausaha maupun wiraswasta, memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Referensi

Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship. McGraw-Hill Education.

Shane, S., & Venkataraman, S. (2000). The promise of entrepreneurship as a field of research. Academy of Management Review, 25(1), 217-226.

Casson, M. (1982). The Entrepreneur: An Economic Theory. Rowman & Littlefield.

Baumol, W. J. (1990). Entrepreneurship: Productive, Unproductive, and Destructive. Journal of Political Economy, 98(5), 893-921.

Referensi yang disebutkan merupakan karya-karya klasik dalam studi tentang kewirausahaan dan ekonomi, yang memberikan landasan teoritis yang kokoh untuk pemahaman tentang peran dan karakteristik wirausaha dan wiraswasta dalam konteks ekonomi modern.

Penulis: Asma Khodijah, Mahasiswa STEI SEBI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *