Mahasiswa dan Krisis Seperempat Abad: Saat Masa Depan Terasa Terlalu Dekat

krisis seperempat abad

Milenianews.com, Mata Akademisi – Rasa cemas, ragu, dan bingung dalam menentukan arah hidup menjadi pengalaman yang jamak dialami mahasiswa, yang sering dialami hampir semua mahasiswa di fase transisi kehidupan dewasa awal, khususnya mereka yang berada di tahun-tahun akhir perkuliahan atau baru saja lulus. Perasaan tertinggal dari teman sebaya, kekhawatiran akan dunia kerja, hingga keraguan terhadap pilihan hidup kerap hadir bersamaan. Kondisi inilah yang dalam kajian psikologi dikenal sebagai quarter-life crisis atau krisis seperempat abad.

Fenomena ini bukan sekadar kegalauan sesaat. Di tengah tekanan akademik, tuntutan keluarga, dan ekspektasi sosial mengenai kesuksesan di usia muda, mahasiswa berada dalam fase transisi yang penuh ketidakpastian. Tidak sedikit yang merasa berdiri di persimpangan jalan tanpa peta yang jelas.

Baca juga: Ketika Perundungan Anak Dianggap Biasa: Krisis Kebenaran, Moral, dan Pendidikan

Krisis seperempat abad umumnya dialami individu berusia 18 hingga 30 tahun. Pada fase ini, seseorang mulai mempertanyakan identitas diri, tujuan hidup, pilihan karier, relasi sosial, hingga kemandirian finansial.

Bagi mahasiswa, krisis ini kerap muncul menjelang kelulusan. Pertanyaan tentang masa depan kerja, relevansi jurusan, dan kemampuan bersaing di dunia profesional menjadi sumber kecemasan yang signifikan. Di Indonesia, tekanan tersebut sering kali diperparah oleh tuntutan sosial yang mengharapkan kemandirian dan kesuksesan dalam waktu singkat.

Kenapa mahasiswa rentan?

Mahasiswa berada pada fase peralihan dari remaja menuju dewasa, di mana tuntutan untuk mandiri meningkat, sementara kesiapan mental masih terus dibangun. Tekanan akademik, keterlambatan kelulusan, serta ketidakpastian karier menjadi beban psikologis yang nyata.

Harapan keluarga dan lingkungan sosial turut memperbesar tekanan tersebut. Paparan media sosial yang menampilkan pencapaian orang lain secara terus-menerus mendorong perilaku membandingkan diri, yang pada akhirnya menggerus kepercayaan diri.

Krisis seperempat abad dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kecemasan berlebih, kebingungan tujuan hidup, hingga perasaan asing terhadap diri sendiri. Kondisi ini berpotensi menurunkan motivasi akademik, mengganggu relasi sosial, dan memengaruhi kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.

Namun demikian, krisis ini tidak selalu bermakna negatif. Apabila disikapi secara tepat, fase ini justru dapat menjadi momentum refleksi dan pendewasaan diri.

Kelola krisis dengan realistis

Langkah awal yang penting adalah mengenali dan menerima kondisi diri. Menyadari bahwa krisis seperempat abad merupakan bagian wajar dari perjalanan hidup dapat membantu meredakan rasa takut dan kesepian.

Mahasiswa dapat mulai dengan langkah-langkah sederhana, seperti menyusun rencana jangka pendek, memperluas pengalaman melalui pelatihan atau magang, serta membangun keterampilan yang relevan. Dukungan lingkungan—baik dari teman, dosen, maupun konselor—memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

Kampus, keluarga, dan masyarakat perlu berperan aktif dalam menciptakan ruang aman bagi mahasiswa. Penyediaan layanan konseling, pendampingan karier, serta pengurangan stigma terhadap keterlambatan atau kegagalan menjadi langkah konkret yang dibutuhkan.

Baca juga: Kesuksesan Dengan Jalan Yang Berbeda

Kesuksesan tidak memiliki satu pola dan satu waktu yang sama bagi semua orang.

Krisis seperempat abad merupakan realitas yang banyak dihadapi mahasiswa di tengah kompleksitas kehidupan modern. Meski terasa berat, fase ini bukanlah akhir perjalanan. Dengan penerimaan diri, dukungan lingkungan, dan perencanaan yang realistis, krisis ini justru dapat menjadi pintu masuk menuju kedewasaan dan pemaknaan hidup yang lebih utuh.

Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak ada yang benar-benar tertinggal—yang ada hanyalah perjalanan hidup yang berbeda.

Penulis: Nazwan Nabawi, Mahasiswa S1 Manajemen Bisnis Syariah IAI SEBI

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *