Integrasi Nilai Al-Qur’an dan Psikologi Modern dalam Menangani Kesehatan Mental Umat Islam

Integrasi Al-Qur’an
Integrasi Al-Qur’an

Milenianews.com, Mata Akademisi – Kesehatan mental telah menjadi tantangan global yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya gangguan seperti depresi dan kecemasan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami masalah kesehatan mental, dan sekitar 12 juta di antaranya menderita depresi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pendekatan psikologi modern masih belum mampu memberikan solusi menyeluruh, terutama karena kurangnya integrasi aspek spiritualitas yang dapat menjadi sumber ketahanan dan makna bagi individu. Dalam konteks ini, Al-Qur’an menawarkan nilai spiritual seperti dzikir, sabar, tawakal, dan ikhlas yang relevan untuk menjaga keseimbangan jiwa. Integrasi prinsip Al-Qur’an dengan psikologi modern menjadi peluang besar dalam menciptakan pendekatan yang lebih komprehensif untuk menangani masalah kesehatan mental, khususnya dalam masyarakat Muslim.

Konsep Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, kesehatan mental tidak sekadar berarti ketiadaan gangguan jiwa, tetapi keadaan sejahtera ketika individu mampu mengembangkan potensi, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan menjalani kehidupan bermakna. Zakiah Daradjat menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan keselarasan dan keseimbangan fungsi kejiwaan yang ditopang keimanan serta ketakwaan. Pandangan ini sejalan dengan konsep Al-Qur’an yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesama, dan Allah SWT. Ayat Al-Qur’an pada QS. Ar-Ra’d: 28 menyatakan bahwa “hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang,” yang menegaskan pentingnya spiritualitas dalam mendapatkan ketenteraman batin. Dengan demikian, Islam memandang kesehatan mental secara holistik, mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Nilai Spiritual Al-Qur’an untuk Kesehatan Mental

Nilai dzikir, sabar, tawakal, dan ikhlas terbukti secara empiris meningkatkan kesejahteraan emosional dan mental. Dzikir dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan ketenangan jiwa. Sikap sabar, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 153, membantu pengelolaan emosi negatif dan memperkuat ketahanan mental saat menghadapi ujian. Tawakal, atau berserah diri kepada Allah, berhubungan dengan penurunan kecemasan, terutama dalam situasi yang penuh tekanan. Di sisi lain, ikhlas berperan dalam mengurangi beban emosional melalui penerimaan takdir dan fokus pada niat yang murni. Nilai-nilai ini dapat diintegrasikan secara ilmiah ke dalam intervensi psikologis berbasis bukti, terutama untuk masyarakat Muslim.

Baca juga: Qirā’at QS. Al-Ahzab: 33 dan Ruang Karir Perempuan dalam Perspektif Matan Syatibi

Spiritualitas Qur’ani dan Ketahanan Mental

Pendekatan Qur’ani berperan besar dalam membangun ketahanan mental melalui konsep al-sambah (kelapangan hati). Penelitian menunjukkan bahwa tawakal memiliki kontribusi terhadap resiliensi mental sebesar 11,15% pada seorang Muslim. Spiritualitas dalam Islam bukan hanya menjadi mekanisme koping, tetapi juga mampu menanamkan makna dalam penderitaan, sebagaimana teori logoterapi Viktor Frankl. Karena itu, nilai Qur’ani bersifat kuratif, preventif, dan promotif dalam membentuk mental yang kuat dan seimbang.

Integrasi Al-Qur’an dengan Psikologi Modern

Pendekatan psikologi modern seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan terapi relaksasi dapat dikombinasikan dengan nilai Qur’ani. Penelitian oleh Amelia dkk. (2024) menunjukkan bahwa CBT berbasis Islam efektif mengurangi perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa. Sementara itu, teknik relaksasi yang dipadukan dengan murottal terbukti menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Pendekatan psikoterapi spiritual seperti dzikir dapat pula dijadikan spiritual coping yang membantu individu mengelola stres dan menemukan makna dalam penderitaan.

Membaca Al-Qur’an Lebih Efektif daripada Mendengarkan?

Penelitian menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an secara reflektif–intuitif memberikan pengaruh neurologis dan psikologis lebih kuat daripada hanya mendengarkan. Aktivitas membaca mempengaruhi thalamus melalui colliculus superior dan inferior sehingga proses kognitif dan emosional lebih mendalam. Temuan Julianto dan Subandi (2015) menegaskan bahwa membaca Al-Fatihah secara reflektif dapat menurunkan depresi dan meningkatkan imunitas karena individu terhubung dengan pegangan ketuhanan.

Pendekatan Terapi Harus Kontekstual

Implementasi integrasi ini memerlukan penyesuaian terhadap tingkat religiusitas dan budaya seseorang. Spiritualitas tidak hanya dihitung dari frekuensi ritual, tetapi kedalaman penghayatannya. Oleh karena itu, terapi perlu dirancang personal dan kontekstual. Edukasi bagi masyarakat serta tenaga profesional kesehatan mental tentang potensi terapi berbasis Al-Qur’an menjadi langkah penting agar pendekatan ini tidak hanya dianggap alternatif, tetapi menjadi metode holistik berbasis bukti yang dapat diterima.

Kontribusi terhadap Tujuan Kesehatan Global

Integrasi Qur’an dan psikologi relevan dengan upaya mencapai tujuan SDGs, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan mental. Pendekatan spiritual dapat mengurangi stigma gangguan kejiwaan di lingkungan religius karena selaras dengan bahasa nilai keimanan. Dengan menjadikan spiritualitas sebagai sumber internal, individu lebih aktif dalam terapi dan memiliki makna hidup lebih besar.

Pendekatan holistik berbasis spiritual Al-Qur’an dan psikologi modern memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan mental secara lebih mendalam. Integrasi ini tidak hanya membantu individu menghadapi tekanan hidup, tetapi juga memperkuat spiritualitas sebagai landasan ketahanan mental. Karena itu, pengembangan model terapi berbasis nilai Qur’ani perlu ditingkatkan agar penanganan masalah kesehatan mental menjadi lebih inklusif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan spiritual masyarakat Muslim saat ini.

Penulis: Ria Fazza Amalia, Mahasisiwa Institut Ilmu Al-Qur’an IIQ Jakarta

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *