Milenianews.com, Mata Akademisi – Ilmu adalah cahaya yang menuntun manusia dalam memahami dunia. Sejak zaman dahulu, manusia tidak pernah berhenti mencari pengetahuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang keberadaannya: siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana tujuan hidup ini. Dari pencarian tersebut lahirlah berbagai cabang ilmu, mulai dari filsafat, sains, ilmu sosial, hingga agama. Ilmu menjadi sarana bagi manusia untuk memahami realitas di sekitarnya serta menimbang baik dan buruk suatu tindakan.
Hakikat Ilmu dalam Kehidupan Manusia
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu diartikan sebagai pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yang disusun secara sistematis. Secara umum, ilmu dapat dipahami sebagai kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui metode tertentu, diuji kebenarannya, dan disusun secara teratur. Ilmu tidak hadir secara acak, melainkan melalui proses berpikir, pengamatan, dan pembuktian yang bertanggung jawab.
Baca juga: Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Krisis Epistemologi Modern
Ibnu Sina membagi ilmu ke dalam dua jenis, yaitu ilmu teoritis dan ilmu praktis. Ilmu teoritis berkaitan dengan pengetahuan yang dipahami secara konseptual tanpa harus langsung diaplikasikan dalam tindakan. Sementara itu, ilmu praktis merupakan pengetahuan yang tidak hanya diketahui, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembagian ini menunjukkan bahwa ilmu bukan sekadar untuk dipahami, melainkan juga untuk diamalkan.
Ilmu sebagai Penuntun Sikap dan Tindakan
Ilmu tidak hanya berfungsi menjelaskan suatu peristiwa, tetapi juga memberi arah bagi tindakan manusia. Orang yang berilmu cenderung berpikir kritis, tidak mudah tertipu oleh kebohongan, serta lebih bijak dalam menghadapi persoalan. Ilmu membangun rasa percaya diri karena seseorang memahami dasar dari apa yang ia ucapkan dan lakukan.
Selain itu, ilmu membantu manusia memahami perbedaan, menumbuhkan sikap toleransi, dan menciptakan harmoni sosial. Dengan menghargai ilmu, sebuah bangsa dapat maju, dan individu dapat menjadi sumber manfaat bagi orang lain. Namun, semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hatinya, sebab ilmu sejati melahirkan kesadaran akan keterbatasan manusia.
Urgensi Akhlak dalam Pengembangan Ilmu
Ilmu harus senantiasa diiringi dengan akhlak. Ilmu tanpa akhlak berpotensi melahirkan kesombongan, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi. Sebaliknya, akhlak tanpa ilmu dapat menimbulkan fanatisme buta dan kesalahpahaman dalam memahami realitas.
Ketika ilmu dan akhlak berpadu, akan lahir insan kamil, yaitu pribadi yang cerdas secara intelektual sekaligus beradab secara moral. Keseimbangan inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.
Tantangan Ilmu dan Akhlak di Era Digital
Sejarah membuktikan bahwa bangsa yang menghargai ilmu akan maju, terutama dalam bidang teknologi. Namun, di era digital saat ini, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan serius, terutama ketika ilmu tidak dibarengi dengan etika. Salah satu dampak paling nyata adalah maraknya penyebaran berita hoaks di dunia maya.
Hoaks sering kali dirancang untuk memanipulasi emosi dan menarik perhatian publik. Tidak jarang, informasi palsu disebarkan demi kepentingan finansial tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan. Akibatnya, masyarakat awam mudah terjebak dalam kesesatan pengetahuan, terbentuk opini yang menyesatkan, bahkan memicu kepanikan massal dan menurunnya kepercayaan publik terhadap media dan institusi.
Krisis Akhlak di Ruang Digital
Selain hoaks, dunia maya juga menjadi ruang subur bagi ujaran kebencian, komentar kasar, dan perundungan daring. Banyak orang menghakimi tanpa memahami fakta yang sebenarnya, sehingga merusak kesehatan mental korban. Tidak sedikit kasus di mana seseorang mengalami tekanan psikologis berat akibat berita palsu atau hujatan di media sosial hingga nekat mengakhiri hidupnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis utama di era digital bukanlah kurangnya teknologi, melainkan lemahnya akhlak dalam penggunaannya. Dunia maya yang seharusnya menjadi sarana berbagi pengetahuan justru sering berubah menjadi ruang yang penuh kekerasan simbolik.
Literasi Digital sebagai Bentuk Tanggung Jawab Moral
Tidak dapat dipungkiri, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dengan teknologi, seseorang dapat mengetahui peristiwa di berbagai belahan dunia hanya dari rumah. Namun, manfaat tersebut harus diimbangi dengan literasi digital, pengendalian diri, dan akhlak yang baik.
Penggunaan teknologi tanpa ilmu dan akhlak justru akan membawa kerugian. Oleh karena itu, dunia digital perlu dihadapi dengan sikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab agar tetap menjadi sarana yang membawa kemaslahatan.
Ilmu dan Akhlak sebagai Ujian Zaman
Fenomena hoaks dan penyalahgunaan teknologi sejatinya merupakan ujian bagi masyarakat modern. Respons terbaik terhadap ujian ini bukan hanya mengandalkan logika dan kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak mulia. Ilmu membantu membedakan fakta dari kebohongan, sedangkan akhlak menuntun manusia untuk berhati-hati dalam berbicara dan berbagi informasi.
Baca juga: Klasifikasi Ilmu Sekuler dan Islamisasi Ilmu dalam Pendidikan Indonesia
Ilmu ibarat pedang bermata dua: ia dapat menjadi cahaya yang menerangi, tetapi juga dapat melukai jika digunakan tanpa kebijaksanaan. Permasalahan utama bukan terletak pada ilmu itu sendiri, melainkan pada manusia yang menggunakannya tanpa nilai moral.
Ilmu dan akhlak adalah dua pilar yang saling melengkapi. Ilmu memberi arah, sementara akhlak memberi makna. Dengan mengintegrasikan keduanya, manusia tidak hanya mampu membangun peradaban yang maju secara teknologi, tetapi juga luhur secara moral. Di era digital yang penuh tantangan ini, keseimbangan antara ilmu dan akhlak menjadi kunci utama untuk menjaga kemanusiaan dan masa depan peradaban.
Penulis: Miftahul A’in, Mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.








