Milenianews.com, Mata Akademisi – Tatkala Allah menciptakan ular dari tongkat Nabi Musa AS, para mufassir mengisahkan sebuah dialog antara Khaliq (Allah SWT) dan makhluk-Nya, seekor ular. Dalam kisah itu, ular tersebut bertanya kepada Tuhannya, “Wahai Rabb-ku, aku melihat sebuah cahaya bertuliskan nama Muhammad saat Engkau menciptakanku. Siapakah Muhammad itu, ya Rabb?”
Allah SWT menjawab dalam firman-Nya, “Dia adalah kekasih-Ku, Muhammad.”
Baca juga: Keistimewaan Rasulullah
Lalu, sang ular memohon, “Wahai Allah Rabbul Jalalah, jika Engkau berkenan, izinkan aku bertemu dengan Muhammad, kekasih-Mu. Aku ingin melihat dan berjumpa dengan sosok yang Engkau muliakan. Janganlah Engkau matikan aku sebelum aku melihat wajah kekasih-Mu.” Allah SWT pun berfirman, “Pergilah ke gua Tsur. Pada waktunya, kamu akan bertemu dengan Muhammad, kekasih-Ku.”
Maka, ular tersebut berangkat mencari gua Tsur. Tahun demi tahun berlalu, bahkan hingga ratusan tahun, ular itu menunggu dengan penuh kesabaran. Atas izin Allah SWT, ketika Rasulullah Muhammad SAW hijrah bersama sahabatnya, Abu Bakar As-Siddiq, mereka singgah di gua Tsur untuk berlindung dari kejaran kaum Quraisy.
Sebelum Rasulullah SAW masuk ke dalam gua, Abu Bakar As-Siddiq menyisir setiap sudut dan menutup lubang-lubang di dalamnya untuk memastikan keamanan. Setelah yakin semuanya aman, Abu Bakar mempersilakan Rasulullah beristirahat. Rasulullah pun tertidur dengan kepala beralaskan pangkuan Abu Bakar.
Namun, di tengah keheningan itu, Abu Bakar melihat sebuah lubang terbuka dekat kakinya. Dengan cepat, ia menutup lubang tersebut menggunakan ibu jari kakinya. Tak disangka, di dalam lubang itu, ular yang telah menanti ratusan tahun berada. Karena pandangannya terhalang oleh jari Abu Bakar, ular itu akhirnya menggigit jari tersebut. Racun dari gigitan ular itu sangat berbisa, tetapi Abu Bakar menahan rasa sakit agar tidak membangunkan Rasulullah SAW.
Rasa sakit yang luar biasa membuat Abu Bakar berkeringat, hingga tetesannya jatuh ke wajah Rasulullah dan membangunkannya. Rasulullah yang melihat wajah sahabatnya pucat segera bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang terjadi?”
Dengan suara lemah, Abu Bakar menjawab, “Seekor ular menggigit ibu jari kakiku, ya Rasulullah.” Rasulullah pun segera menarik kaki sahabatnya, menghisap racun dari luka tersebut, dan mengikatnya dengan surban beliau. Setelah memastikan racun telah keluar, Rasulullah SAW berbicara kepada ular itu, “Wahai ular, mengapa engkau menggigit kaki sahabatku yang paling setia?”
Atas izin Allah SWT, ular itu dapat berbicara. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah menunggu di gua ini ratusan tahun hanya untuk melihat kemuliaanmu. Saat aku diciptakan, aku melihat cahaya bertuliskan namamu. Allah telah mengizinkanku bertemu denganmu di tempat ini. Kini, aku mengucapkan syahadat, bersaksi bahwa engkau adalah utusan terakhir Allah, dan aku beriman kepadamu.”
Setelah menyampaikan hal itu, ular tersebut pun mati. Filosofinya, hingga kini diyakini bahwa ular yang menggigit manusia kemudian akan mati.
Baca juga: Benar atau Tidaknya: Orang Beradab Sudah Pasti Berilmu, dan Orang Berilmu Belum Tentu Beradab?
Pelajaran yang Dapat Diambil
Dari kisah ini, kita dapat merenungkan makna dan hakikat persahabatan sejati. Persahabatan Rasulullah SAW dengan Abu Bakar As-Siddiq mengajarkan bahwa hubungan persahabatan tidak mengenal status sosial, pangkat, jabatan, atau harta. Ketulusan terlihat saat sahabat hadir untuk mendukung dan menolong dalam kesulitan. Teman sejati bukanlah mereka yang hanya hadir dalam kebahagiaan dan pesta, tetapi mereka yang tetap setia mendampingi saat kita terpuruk.
Semoga kita dapat memilih sahabat sejati yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, bukan yang menjauhkan kita dari-Nya melalui maksiat. Naudzubillah min dzalik.
Penulis: Drs. Edi Mawardi, M.A.
Profil Singkat: Seorang pemerhati pendidikan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia pendidikan. Pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di tiga sekolah berbeda, serta menulis buku “40 Hadis Sikap Penuntut Ilmu“ yang sudah terdaftar ISBN dan terjual di Tokopedia serta Bukalapak. Saat ini, menjadi Konsultan Pendidikan di beberapa sekolah di Indonesia dan mengajar di Sekolah Bosowa Bina Insani. Beliau juga merupakan Pelatih Daerah DKI Jakarta untuk PKPB GPAI Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.







