Apakah Menaikkan Bunga Sukuk Solusi Tepat untuk Menahan Pelemahan Rupiah?

bunga sukuk

Bagaimana Dampaknya bagi Masyarakat?

Sementara itu, masyarakat yang telah berinvestasi dalam sukuk mungkin akan menikmati imbal hasil yang lebih tinggi. Namun, apakah keuntungan ini sebanding dengan risiko yang bisa terjadi dalam ekonomi yang lebih luas? Kenaikan bunga bisa menjadi insentif yang menarik, tapi apabila hanya bertujuan mendatangkan investasi jangka pendek, kita mungkin malah terjebak dalam ketergantungan pada dana asing yang bisa sewaktu-waktu berpindah arah jika muncul peluang investasi yang lebih menarik di luar negeri.

Alternatif yang Perlu Dipertimbangkan

Bagi sebagian orang, kebijakan menaikkan bunga sukuk ini terlihat sebagai langkah yang terlalu mudah, seperti solusi “cepat saji” untuk masalah yang lebih kompleks. Apakah pemerintah tidak sebaiknya lebih fokus pada penguatan sektor ekspor yang lebih berkelanjutan?

Menguatkan ekspor di sektor teknologi, pertanian, atau manufaktur dengan nilai tambah tinggi mungkin adalah strategi yang lebih efektif dan tahan lama. Dengan memperbesar cadangan devisa dari hasil ekspor, kita bisa memberi dukungan yang lebih stabil terhadap rupiah tanpa harus terlalu bergantung pada investasi jangka pendek.

Mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional juga adalah opsi yang patut didorong. Melalui Local Currency Settlement (LCS), ketergantungan pada dolar bisa berkurang, dan ini juga bisa membantu meringankan tekanan terhadap rupiah. Langkah ini mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk berbuah, tapi mungkin ini adalah salah satu cara yang benar-benar bisa mengurangi volatilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

Baca juga: Bank Syariah Kunci untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

Menaikkan bunga sukuk memang terlihat sebagai langkah yang cepat dan efektif untuk menstabilkan rupiah dalam jangka pendek, namun dampak jangka panjangnya bisa menambah beban fiskal, merugikan sektor keuangan domestik, dan membuat perekonomian kita semakin tergantung pada investasi asing.

Dalam situasi saat ini, kita perlu mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih strategis dan berkelanjutan, seperti memperkuat sektor ekspor dan meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional. Hanya dengan kebijakan yang seimbang dan terdiversifikasi, kita bisa memastikan ekonomi Indonesia tetap stabil tanpa terjebak dalam siklus kebijakan bunga tinggi yang tidak berkelanjutan.

Penulis: Rama Haffi Maula

Profil Singkat: Seorang mahasiswa STEI SEBI jurusan Hukum Ekonomi Syariah yang bercita-cita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan membawa kebahagiaan melalui perbuatannya. Ia menyukai futsal dan sepak bola, serta mulai menekuni dunia kepenulisan. Terinspirasi oleh pesan Ali bin Abi Thalib, “Semua penulis akan mati, hanya karya-karyanya yang abadi,” ia bertekad untuk menulis hal-hal yang dapat membahagiakan dirinya di akhirat kelak.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *