Suka Makanan Cepat Saji? Pikir Lagi! Ini Dia 8 Dampak Buruknya

Dampak Buruk Makanan Cepat Saji
Ilustrasi, Makan Cepat Saji. (Sumber, K-Link Indonesia)

Milenianews.com – Halo Sobat Milenia!! Seperti yang kita ketahui bersama, makanan cepat saji merupakan makanan yang paling disukai karena rasanya yang enak dan penyajianya pun cepat. Akan tetapi, dibalik itu semua ternyata makanan cepat saji memiliki dampak buruk pada tubuh kita jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Makanan cepat saji identik dengan jenis-jenis makanan yang disajikan dalam waktu yang relatif cepat, praktis, dan memiliki rasa yang lezat. Namun, di balik keunggulannya tersebut, makanan cepat saji juga memiliki banyak kandungan yang berpotensi merugikan kesehatan tubuh, seperti gula, garam, lemak, karbohidrat, dan bahan pengawet yang berlebihan.

Lalu, dampak buruk apa saja sih yang bisa kita rasakan jika terlalu sering makan makanan cepat saji? Berikut dampak buruknya yang telah Mile rangkum dari beberapa hasil penelitian yang telah mengungkapkan dampak negatif dari konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan:

Baca juga: Waspada! Ini 7 Bahaya Minum Kopi Susu Setiap Hari!

Dampak buruk makanan cepat saji

1. Meningkatkan risiko obesitas dan perut buncit

Obesitas. (Sumber: Ligalaga)

Makanan cepat saji mengandung kalori yang tinggi, namun rendah akan serat. Hal tersebut dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh yang berpotensi menambah berat badan. Selain itu, makanan cepat saji juga mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

2. Menyebabkan kekurangan gizi

Makanan cepat saji hampir tidak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh lho. Mengonsumsi makanan ini saja tentu tidak dapat memenuhi asupan nutrisi sehari-hari tubuh kita. Terutama jika pada anak-anak, efek kekurangan gizi dapat menghambat tumbuh kembangnya yang berpotensi terjadinya stunting.

3. Mengganggu fungsi pencernaan

Dampak Buruk Makanan Cepat Saji
Gangguan Pencernaan. (Sumber: Siloam Hospitals)

Sebagian besar makanan cepat saji mengandung sedikit serta, bahkan tidak sedikit yang tidak mengandung serat sama sekali. Disamping itu, jika kebutuhan serat dalam tubuh tidak terpenuhi, tentu dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan, seperti sembelit. Selain itu, kandungan garam yang tinggi di dalam makanan cepat saji juga dapat membuat perut terasa kembung atau begah setelah makan.

4. Mengganggu fungsi otak

Sebuah studi mengungkapkan bahwa makanan cepat saji mengandung zat yang dapat memengaruhi perkembangan saraf selama masa remaja. Sehingga, hal tersebut dapat menghambat proses belajar dan menerima materi. Disisi lain, penelitian lain juga menyebutkan bahwa kandungan kalori yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia pada orang lanjut usia, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.

Baca juga: Mengancam Manusia! Ini Bahaya Plastik Sekali Pakai

5. Meningkatkan risiko diabetes

Makanan cepat saji memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang akan dilepaskan menjadi glukosa ke dalam darah. Akibatnya, kadar gula dalam darah akan meningkat. Sehingga, bila dikonsumsi dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kerja hormon insulin dan meningkatkan risiko terkena diabetes.

6. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Stroke. (Sumber, )

Penyebab utama penyakit jantung dan stroke adalah konsumsi makanan tinggi kolesterol. Makanan cepat saji merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu, makanan cepat saji memiliki kandungan garam yang melebihi batas konsumsi harian tubuh kita, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dan beban kerja jantung yang berat.

7. Menyebabkan kerusakan hati

Lemak trans atau minyak trans yang digunakan saat proses penggorengan makanan cepat saji memang dapat membuat makanan menjadi lebih tahan lama dari kerusakan agar tetap bisa dikonsumsi. Namun, lemak trans ini juga dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam hati dan mengganggu fungsi hati.

8. Membuat ketagihan

Dampak Buruk Makanan Cepat Saji
Ketagihan Manan Cepat Saji. (Sumber, Detik)

Makanan cepat saji mengandung banyak gula buatan dan pewarna makanan. Hal itu, merupakan beberapa dari faktor yang membuat makanan saji sangat menggugah selera. Jika bahan makan seperti tersebut masuk terus menerus ke dalam tubuh kita, tentu efeknya akan sangat merugikan bagi tubuh dan kesehatan kita. Makanan cepat saji dapat merangsang pelepasan dopamin, hormon yang berperan dalam rasa senang dan puas. Hal ini dapat membuat seseorang terus menerus ingin mengonsumsi makanan cepat saji tersebut.

Baca juga: 7 Bahaya Begadang Untuk Kesehatan Fisik dan Mental!

Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa makanan cepat saji memang berbahaya bagi tubuh jika kita konsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan cepat saji dan perbanyak konsumsi makanan bergizi yang seimbang, seperti sayur, buah, daging tanpa lemak, ikan, dan susu. 

Selain itu, lakukan juga olahraga secara rutin dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh SobatYuk, kita biasakan hidup sehat sedini mungkin dengan tidak terlalu banyak makan makanan cepat saji untuk kebahagiaan di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat!

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *