Sejarah Hari Ibu Yang Jatuh Pada 22 Desember

sejarah hari ibu
sejarah hari ibu

Pejuang-pejuang wanita pada abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.

Hal itu juga yang menjadi latar belakang sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia.

Baca juga : Perempuan Menjadi Korban Penipuan Terbanyak

Juga memotivasi para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat, untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib bagi kaum perempuan.

Penetapan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember sendiri baru diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Puncak peringatan Hari Ibu yang paling meriah adalah pada peringatan yang ke 25 pada tahun 1953.

Tak kurang dari 85 kota Indonesia dari Meulaboh sampai Ternate, merayakan peringatan Hari Ibu secara meriah.

Pada peringatan Hari Ibu tahun 1950an, dirayakan dengan mengadakan pawai dan rapat umum yang berisikan kepentingan kaum perempuan.

Satu sejarah penting kaum perempuan adalah untuk pertama kalinya wanita diangkat menjadi menteri. Ia adalah Maria Ulfah, pada tahun 1950 diangkat sebagai Menteri Sosial pertama kabinet Presiden Soekarno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *