Waspada! Ini 5 Dampak Ultra Processed Food pada Balita Menurut Studi

Junk Food

Milenianews.com – Ultra processed food alias UPF sekarang udah jadi “teman sehari-hari” di rumah. Mulai dari sereal manis, biskuit lucu, nugget yang tinggal goreng, sampai minuman rasa buah, semuanya gampang banget ditemukan. Praktis sih, tapi sayangnya nggak semua yang praktis itu bagus, apalagi buat balita yang lagi tumbuh pesat.

Secara sederhana, UPF adalah makanan yang udah lewat banyak proses industri dan penuh tambahan kayak gula, garam, lemak jenuh, pewarna, pengawet, dan perisa buatan. Buat orang dewasa mungkin masih aman kalau sesekali, tapi buat balita, efeknya bisa terasa sampai jangka panjang.

Baca juga: Dampak Buruk Junk Food Untuk Kesehatan Tubuh

Balita yang sering makan UPF cenderung dapat banyak kalori tanpa gizi yang sepadan. Contohnya minuman manis, sereal tinggi gula, atau snack kemasan yang “nagih”. Kalori kosong ini bikin energi harian jadi berlebihan, sementara tubuh anak belum butuh sebanyak itu. Lama-lama, berat badan bisa naik lebih cepat. Kalau jadi kebiasaan, risiko obesitas di masa anak-anak sampai remaja makin besar.

Perkembangan otak butuh nutrisi asli, bukan aditif

Masa balita adalah golden age-nya perkembangan otak. Sayangnya, UPF kurang menyediakan nutrisi penting yang dibutuhkan anak, seperti omega-3, zat besi, vitamin B kompleks, sampai antioksidan. Kalau kebutuhan ini nggak terpenuhi, perkembangan otak bisa kurang optimal. Bukan berarti langsung kelihatan dalam sehari dua hari, tapi efek jangka panjangnya yang perlu diwaspadai.

UPF punya rasa yang kuat banget manisnya maksimal, gurihnya mantap, dan umaminya nyangkut di lidah. Ketika balita sudah terbiasa dengan rasa-rasa ini, makanan asli seperti buah atau sayur jadi terasa “kurang menarik”. Kebiasaan ini bisa bikin anak picky eater dan ogah makan makanan sehat. Dan yang namanya kebiasaan makan, kalau sudah nempel waktu balita, biasanya kebawa sampai besar.

Pencernaan lebih mudah bermasalah

Sebagian besar UPF rendah serat tapi tinggi lemak dan garam. Buat balita, ini bisa memicu masalah pencernaan seperti sembelit atau perut nggak nyaman. Serat dari makanan asli jauh lebih baik untuk menjaga kesehatan usus, dan itu nggak bisa digantikan oleh makanan olahan.

UPF biasanya miskin vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh buat melawan infeksi. Balita yang terlalu sering mengonsumsi UPF bisa jadi lebih gampang terkena penyakit karena daya tahan tubuhnya nggak didukung nutrisi yang memadai. Pemulihan pun bisa lebih lama karena tubuh tidak mendapatkan asupan optimal.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Food Craving Saat Diet

Nggak perlu melarang total UPF dari hidup anak yang penting itu kontrol porsinya. Seimbangkan dengan makanan asli seperti sayur, buah, protein segar, dan menu rumahan. Prinsip “real food” bisa jadi pondasi pola makan sehat yang akan terbawa sampai mereka dewasa. Yang terpenting, orang tua paham bahwa apa yang anak makan saat kecil berpengaruh banget pada kesehatan jangka panjangnya.

Dengan sedikit lebih teliti memilih makanan dan membiasakan anak dengan rasa alami, risiko dari UPF bisa ditekan. Yang penting konsisten dan nggak mudah tergoda sama kepraktisan semata.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *