Milenianews.com – Saat ini, semua hal di sekitar dapat mendorong kita untuk mengalami stres. Dan bila dibiarkan terus menerus, stres ini bisa merembet ke penyakit fisik.
“Stres bukan hanya membuat kita merasa tidak enak secara emosional. Situasi ini juga dapat memperburuk keadaan,” kata Jay Winner, MD, penulis Take the Stress Out of Your Life dan direktur Program Manajemen Stres untuk Klinik Sansum di Santa Barbara, California.
Baca Juga : Begini Etika Batuk yang benar, untuk Meminimalisir Penularan Penyakit
Ada banyak penyakit yang muncul karena stres antara lain:
1. Penyakit Jantung

Dikutip dari WbMD, peneliti sudah lama menduga bahwa orang yang stres memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Belum diketahui alasan pastinya apa.
Namun, stres dapat secara langsung meningkatkan detak jantung, meningkatkan aliran darah, menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah. Stres juga mungkin terkait dengan masalah lain, seperti kecenderungan orang merokok atau obesitas yang secara tidak langsung meningkatkan risiko jantung.
Dokter juga tahu bahwa stres emosional yang datang tiba-tiba bisa menjadi pemicu masalah jantung yang serius, termasuk serangan jantung. Orang yang memiliki masalah jantung kronis perlu menghindari stres akut dan belajar bagaimana mengelola stres yang tak terhindarkan.
2. Asma

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk asma. Beberapa bukti menunjukkan bahwa stres kronis pada orang tua dapat meningkatkan risiko timbulnya asma pada anak-anak mereka. Dan anak-anak dengan orang tua yang stres memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena asma.
3. Kegemukan

Kelebihan lemak di perut tampaknya menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar daripada lemak di kaki atau pinggul. Sayangnya, di situlah lemak-lemak orang stres berkumpul.
“Stres menyebabkan tingkat hormon kortisol yang lebih tinggi. Dan itu tampaknya meningkatkan jumlah lemak yang disimpan di perut,” kata Winner.
4. Diabetes

Stres dapat memperburuk diabetes dengan dua cara. Pertama, meningkatkan kemungkinan perilaku buruk, seperti makan tidak sehat dan minum berlebihan. Kedua, stres tampaknya meningkatkan kadar glukosa pada penderita diabetes tipe 2 secara langsung.
5. Masalah gastrointestinal

Stres tidak membuat Anda jadi memiliki masalah gastrointestinal. Namun bila Anda sudah mempunyainya, keadaannya bisa semakin parah.
Baca Juga : Rutin Makan Sayuran Hijau bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung
“Stres juga merupakan faktor umum yang buat Anda mulai kronis (atau penyakit gastroesophageal reflux, GERD) dan sindrom iritasi usus besar (IBS),” pungkas Winner. (Ahmad Fachrurozi)