Milenianews.com – Gaya hidup sehat terus berkembang di kalangan anak muda perkotaan. Belakangan ini, padel mencuri perhatian sebagai salah satu olahraga pilihan. Bermula dari unggahan media sosial hingga komunitas olahraga urban, masyarakat kini memandang padel sebagai aktivitas fisik yang modern, menyenangkan, sekaligus prestisius. Rasa takut ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO) mendorong banyak orang untuk mencobanya, meskipun mereka belum benar-benar mengenal karakter olahraga ini.
Padel merupakan olahraga raket yang dimainkan oleh dua pasang pemain di lapangan berdinding kaca. Permainannya sekilas menyerupai tenis, namun menggunakan lapangan yang lebih kecil dengan tempo yang lebih cepat. Bola dapat memantul dari dinding, sehingga permainan menjadi dinamis dan menuntut strategi. Kombinasi inilah yang membuat padel terasa mudah diikuti, bahkan oleh pemula, sekaligus menantang bagi pemain proffesional.
Baca juga: Enervon Active Ajak Generasi MZ Hidup Sehat dan Produktif Setelah Bekerja
Manfaat Fisik dan Sosial
Berbagai manfaat kesehatan turut mendorong popularitas padel di mata masyarakat. Gerakan lari pendek, perubahan arah, serta reli yang berlangsung terus-menerus membantu meningkatkan kebugaran jantung dan daya tahan tubuh. Selain itu, koordinasi mata dan tangan juga terlatih melalui pukulan-pukulan cepat yang membutuhkan konsentrasi dan refleks.
Padel juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik yang rutin memicu pelepasan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Tidak heran jika banyak pemain merasa lebih segar dan rileks setelah menuntaskan permainan.
Di sisi lain, nilai sosial menjadi daya tarik tersendiri. Karena pemain memainkannya secara berpasangan, padel mendorong interaksi dan kerja sama tim. Olahraga ini kerap menjadi ruang untuk berkumpul, memperluas relasi, hingga membangun komunitas. Bagi generasi muda, padel bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari gaya hidup aktif dan sosial.
Risiko Cedera yang Perlu Diwaspadai
Meski terlihat ringan dan menyenangkan, padel tetap menyimpan risiko cedera, terutama bagi pemain pemula. Gerakan eksplosif, ayunan raket berulang, serta perubahan arah yang cepat dapat membebani otot dan sendi apabila pemain melakukannya tanpa teknik yang tepat.
Cedera yang umum terjadi meliputi nyeri pada siku dan bahu, pergelangan tangan, lutut, hingga punggung bawah. Risiko tersebut kerap meningkat ketika pemain langsung terjun bermain tanpa pemanasan atau persiapan fisik yang memadai. Fenomena FOMO juga mendorong sebagian orang bermain secara berlebihan tanpa mengenal batas kemampuan tubuhnya.
Baca juga: Sunnah Berolahraga ala Nabi Muhammad SAW: Panduan Olahraga untuk GenZ
Tips Bermain Padel dengan Aman
Guna mendapatkan hasil terbaik, pemain perlu memadukan antusiasme dengan kesadaran bermain yang tepat. Pemanasan selama 10-15 menit sebelum bermain membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi risiko cedera. Ahli juga menyarankan pemain, terutama pemula, untuk mempelajari teknik dasar pukulan serta pergerakan.
Pemilihan peralatan yang tepat, seperti raket dengan ukuran grip yang sesuai dan sepatu khusus lapangan, turut menjaga keamanan saat bermain. Pemain sebaiknya meningkatkan intensitas permainan secara bertahap, terutama bagi mereka yang jarang berolahraga sebelumnya.
Padel menawarkan kombinasi menarik antara olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Namun, mengikuti tren seharusnya tidak mengesampingkan aspek kesehatan. Dengan pemahaman yang tepat dan persiapan yang baik, padel dapat menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan sekaligus berkelanjutan.
Pada akhirnya, padel bukan hanya tentang ikut tren, tetapi tentang membangun kebiasaan hidup aktif yang bertanggung jawab.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.







