Cara Pria Mengelola Kemarahan yang Sering Disalahpahami

Pria

Milenianews.com – Seringkali kita mendengar bahwa wanita lebih sering ngambek dibandingkan pria. Namun, kenyataannya, cowok juga bisa merasakan dan mengekspresikan kemarahan atau ketidakpuasan mereka, meski kadang cara mereka menunjukkan perasaan tersebut berbeda. Emosi seperti marah atau kesal adalah respons alami yang muncul ketika seseorang merasa tidak dihargai atau tidak didengarkan. Ini berlaku tidak hanya untuk wanita, tapi juga bagi pria.

Berdasarkan artikel dari Psychology Today, kemarahan dalam hubungan sering kali merupakan “panggilan untuk terhubung”. Saat seseorang merasa tidak dipedulikan atau tidak dihargai, kemarahan bisa muncul sebagai bentuk ekspresi perasaan yang terabaikan. Kemarahan juga sering kali berakar pada ketidaksesuaian harapan dan kenyataan dalam suatu hubungan.

Baca juga: Punya Pasangan yang Suka Overthinking? Ini 5 Cara Mengatasinya!

Pria yang merasa tidak didengar atau dihargai mungkin menunjukkan kemarahan, tetapi sering kali mereka menyembunyikan perasaan tersebut daripada mengekspresikannya. Karena itu, pria juga berpotensi “ngambek,” meskipun cara mereka mungkin berbeda dari wanita.

Pria Mengelola Kemarahan dengan Cara yang Berbeda

Pria, seperti halnya wanita, bisa merasa frustrasi jika mereka merasa komunikasi dalam hubungan mereka tidak berjalan baik atau jika kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi. Namun, cara pria mengelola kemarahan sering kali berbeda. Mereka lebih cenderung untuk menarik diri atau menyendiri sebagai respons terhadap perasaan frustasi mereka. Mereka mungkin tidak selalu menunjukkan kemarahan dalam bentuk perdebatan terbuka, melainkan dalam bentuk sikap diam atau menghindari percakapan yang bisa memicu ketegangan. Hal ini sering disalahpahami sebagai ketidakpedulian, padahal bisa jadi mereka sedang berusaha merenung atau mengatasi perasaan mereka secara internal.

Tentu saja, penting untuk diingat bahwa setiap individu, baik pria maupun wanita, memiliki cara yang berbeda dalam merespons perasaan mereka. Apa yang penting adalah memahami bahwa kemarahan atau perasaan tidak dihargai bisa terjadi pada siapa saja, dan cara untuk mengatasinya adalah dengan saling mendengarkan dan berbicara secara terbuka. Dalam sebuah hubungan yang sehat, komunikasi yang jujur dan penuh empati adalah kunci untuk menyelesaikan masalah dan menghindari konflik yang berkepanjangan.

Pria juga perlu diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka. Daripada menganggap mereka selalu “diam” atau “menarik diri” sebagai tanda bahwa mereka tidak peduli, penting untuk menghargai bahwa mereka mungkin hanya membutuhkan waktu untuk merenung dan mengatur perasaan mereka. Memberikan mereka ruang tersebut bisa membantu dalam mengurangi ketegangan dan menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih baik.

Baca juga: Tips Bangun Hubungan Harmonis dengan Pasangan di Era Digital

Memahami Perspektif Pasangan Membantu Menjaga Hubungan Harmonis

Artikel di Psychology Today menyebutkan bahwa “belajar untuk mengambil perspektif” adalah cara terbaik untuk mengurangi kemarahan dan agresi dalam hubungan. Dengan saling memahami, pria dan wanita dapat menghindari perasaan terabaikan dan menjaga hubungan tetap harmonis. Meskipun cara mereka mengelola perasaan bisa berbeda, keduanya membutuhkan perhatian, pengertian, dan komunikasi yang baik untuk mengatasi perasaan tidak dihargai.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *