Milenianews.com, Singapura– Sastri Bakry , direktur utama Wara-wiri Budaya dan ketua Satu Pena Sumbar menyampaikan pidatonya yang berjudul “Ketika Politik Memecah, Seni Budaya Menyatukan”. Pidato itu ia sampaikan di hadapan ratusan delegasi dari lebih kurang 26 negara dalam konferensi International Forum on Global Faith and Culture di Conventional Exhibition Hall, Suntec Singapura. Konferensi tersebut diadakan tanggal 30 September-2 Oktober 2023.
Pidato Sastri mendapat sambutan hangat dari peserta. President Standing Committee Of The International Forum on Global Faith and culture, memuji pidato dan mengulang- ulang kata kunci pidato karena esensinya sangat cocok dengan usaha global untuk saling memahami, menghargai perbedaan dan menghindarkan kekerasan lewat seni budaya.
“Saya merasa sangat terhormat diberi ruang menyampaikan pikiran- pikiran di hadapan tokoh hebat sedunia” Ujar sastri sesaat mendarat di Padang, Selasa (3/10/2023), dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Sastri mengatakan misi yang dibawanya juga menyampaikan soal keragaman budaya Indonesia, suku, agama, etnik terutama Minangkabau sehingga bisa hidup berdampingan dengan harmonis dan damai sepanjang haknya tidak diusik.
Selain acara konferensi juga diselenggarakan pameran lukisan dan pameran dan menjual produk.
Yusuf Liu Boujun, deputy secretary, Standing Committee International Forum on Global Faith and Culture Forum yang juga seorang pelukis juga ikut memamerkan lukisan kaligrafinya yang indah. “Semua pameran menggambarkan tentang keberagaman keyakinan, kepercayaan dan kebudayaan,” ungkap Sastri.
Baca Juga : Sastri Bakry Jadi Pembicara Kebudayaan Forum Internasional di Singapura
Hadir para tokoh-tokoh agama dan budaya, pengusaha, akademisi , mahasiswa, dan sekolah seluruh dunia dari berbagai agama dan kepercayaan.
Acara konferensi ditutup dengan deklarasi bersama untuk cinta dan perdamaian dunia yang dipimpin oleh Venerable Dhammaratana.