Menelusuri Imaji Liar dalam Puisi yang Memukau Karya Pulo Lasman Simanjuntak

sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak

Milenianews.com, Jakarta – Pulo Lasman Simanjuntak, seorang penyair yang telah lama menggeluti dunia sastra, kembali mencuri perhatian para pecinta puisi. Prof. Dr. Wahyu Wibowo, seorang dosen dari Fakultas Sastra Universitas Nasional, Jakarta, mengungkapkan bahwa karya-karya puisi Pulo Lasman Simanjuntak penuh dengan teknik pembentukan imaji liar.

“Maksud ‘liar’ di sini merujuk pada penggunaan diksi yang dianggap tidak umum. Sebagai contoh, pemilihan kata ‘janin’ untuk menggambarkan bahwa janin tersebut lahir dari pecahan rahim rembulan menciptakan imaji liar yang unik,” ungkap Prof. Wahyu Wibowo pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/12) silam.

Baca juga: Unitas PBSI Unindra Gelar Seminar Rahasia Menulis Sastra yang Berkualitas

Menurutnya, penggunaan kata-kata yang menciptakan imaji liar membuat makna puisi menjadi ambigu, memaksa pembaca untuk merenungi dan menemukan makna yang sebenarnya.

Puisi karya Pulo Lasman bak dengan berbagai bentuk dan warna

Pulo Lasman Simanjuntak, sepanjang kariernya, telah tekun mengusung gaya ini dalam setiap karyanya. Salah satu bait puisinya, “kuburan berbatu-batu disinari matahari murtad”, menjadi contoh nyata dari pendekatan imaji liar yang diusungnya.

“Ibarat berada di kebun apel, Pulo Lasman Simanjuntak memetik apel-apel dengan bahagia dan riang, lalu memasukkannya ke dalam keranjang. Begitu apel-apel itu berada di keranjangnya, semua orang akan sepakat bahwa itu adalah apel hasil petikan Pulo Lasman Simanjuntak,” kata penyair dan sastrawan, Herman Syahara.

Dalam pandangan Herman, setiap puisi Pulo Lasman Simanjuntak seperti berbagai macam apel dengan berbagai warna, ukuran, dan bentuk. Perlakuan unik terhadap diksi menciptakan puisi yang sarat dengan majas-majas rapat dan rimbun.

Namun, perlu dicatat bahwa Pulo Lasman Simanjuntak, selain sebagai seorang rohaniawan yang mengenal podium dan jemaat, juga merupakan seorang jurnalis berpengalaman. Kombinasi antara keahlian jurnalistik dan pengkhotbahannya terlihat jelas dalam setiap puisi yang dihasilkannya.

Baca juga: Sastra Religius Perlu Revitalisasi

Penyair Nanang R Supriyatin juga memberikan apresiasi terhadap karya Pulo Lasman Simanjuntak. Menurutnya, diksi dan tema yang diusung Pulo Lasman Simanjuntak menciptakan inspirasi bagi pembaca.

“Narasinya dan estetika harus dibangun terus. Diksi dan tema dalam puisi Pulo Lasman Simanjuntak sudah terbangun sangat kuat,” ujar Nanang.

Pulo Lasman Simanjuntak, dengan keunikan gaya dan imaji liar dalam puisinya, terus mengukir jejaknya di dunia sastra Indonesia. Karya-karyanya menjadi sumber inspirasi bagi pembaca yang ingin menikmati keindahan kata-kata yang tak terduga.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *