Adat Istiadat Suku Jawa
Suku Jawa memiliki adat istiadat yang sampai saat ini masih dilestarikan, diantaranya yaitu :
1. Upacara Kenduren
Upacara Kenduren merupakan upacara yang digelar sebagai peringatan doa bersama. Upacara ini dipimpin oleh tetua adat atau tokoh agama.
2.Upacara Grebeg
Upacara Grebeg merupakan upacara yang digelar sebagai bentuk rasa syukur terhadap karunia dan berkah Tuhan. Biasanya upacara ini digelar tiga kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 12 Mulud (bulan ketiga), 1 Syawal (bulan kesepuluh) dan 10 Besar (bulan kedua belas).
3. Upacara Sekaten
Upacara Sekaten merupakan upacara adat yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
4. Upacara Ruwatan
Upacara Ruwatan merupakan upacara adat yang digelar untuk menyucikan (meruwat) seseorang dari segala kesialan, nasib buruk dan memberi keselamatan.
5. Upacara Perkawinan Tradisional Jawa
Upacara ini merupakan upacara yang dianggap sakral, dan upacara ini memiliki banyak tahapan yang harus dilakukan sebelum digelar.
6. Upacara Tedak Siten
Upacara tedak Siten merupakan upacara adat yang digelar pada saat bayi menginjak usia 8 bulan, yaitu pada saat si bayi sudah mulai belajar berjalan.
7. Upacara Tingkepan
Upacara Tingkepan merupakan upacara adat yang digelar ketika ada seorang wanita yang tengah hamil 7 bulan.
Pakaian Adat Suku Jawa
Pakaian adat suku Jawa tentu sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia dan biasa dipakai di acara-acara besar, antara lain :
1. Kebaya
Kebaya merupakan pakaian adat suku Jawa yang paling dikenal oleh masyarakat, kata kebaya sendiri berasal dari Bahasa Arab, abaya yang artinya pakaian.
2. Jawi Jangkep
Pakaian adat ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah. Jawi Jangkep dikhususkan untuk kaum pria. Pakaian ini berasal dari adat Keraton Kasunanan Surakarta. Pakaian adat ini memiliki dua jenis, yaitu Jawi Jangkep dan Jawi Jangkep padintenan (keseharian).
3. Beskap
Beskap pada dasarnya merupakan atasan pada Jawi Jangkep, namun seiring perkembangannya sering dikenakan terpisah, tepatnya sejak zaman Mataram.
4. Kanigaran
Pakaian adat kanigaran berasal dari kesultanan Ngayogyakarta. Pakaian adat ini terbuat dari bahan beludru warna hitam yang dilengkapi dengan kain dodot atau kampuh sebagai bawahan.
Riasan dan aksesoris beserta cara pakainya memiliki aturan khusus tersendiri dan hanya perias terlatih yang mampu melakukannya.
5. Batik
Batik merupakan abreviasi dari kalimat jawa babat soko sak tithik, yang dapat diartikan mengerjakan sesuatu sedikit demi sedikit.
Tarian Jawa
- Tari Gambyong berasal dari Surakarta. Tarian ini awalnya sebuah tarian rakyat yang diadakan ketika memasuki musim panen padi.
- Tari Kethek Ogleng adalah salah satu tarian yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
- Tari Topeng Ireng, tari Topeng Ireng atau yang dikenal dengan sebutan dayakan merupakan kesenian tradisional yang berkembang di Kabupaten Magelang. Tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo.
- Tari Selendang, tari Selendang berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. Tarian ini merupakan tari pergaulan yang bisa disajikan tunggal, berpasangan atau kelompok dengan menggunakan properti selendang yang diikat dan digunakan dalam berbagai acara.
- Tari Beksan Wireng, tari Beksan Wireng adalah tari yang berasal dari Jawa Tengah. Tarian Jawa ini dilakukan untuk memberi semangat kepada empat prajurit perang yang sedang berlatih.
Baca juga : Mengenal Kebudayaan Jawa Barat