Antwerpen, Kota yang Membiarkan Sejarah dan Modernitas Berdampingan

antwerpen

Oleh: Dr. Ir. Wahyu Saidi, MSc, seorang Entrepreneur, Peminat dan Penikmat Kuliner

Milenianews.com – Dari Amsterdam saya naik kereta cepat dan turun di Stasiun Antwerpen, Belgia. Saya berhenti sejenak di lobi. Wow, ini stasiun yang luar biasa, bukan sekadar bangunan transportasi. Ketika menengadah ke atas, kubah besar tampak mengagumkan. Cahaya lembut berpendar, menciptakan suasana agung di tengah keramaian manusia yang bergerak di bawahnya.

Arsitektur stasiun dibuat menyerupai istana dan katedral kota-kota besar Eropa. Wibawanya terasa kuat. Dinding-dinding tebal bergaya klasik berdampingan dengan eskalator dan peron modern berlapis kaca besar. Sejarah abad pertengahan hadir berdampingan dengan efisiensi infrastruktur masa kini.

Stasiun ini memang dibangun pada akhir abad ke-19, saat Belgia berada di puncak kemajuan perdagangan dan industri. Pada masa itu, kereta api adalah simbol kemajuan negara. Stasiun menjadi ruang yang pasti dilalui banyak orang, sehingga dijadikan etalase kebesaran bangsa. Stasiun tidak hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sebagai ruang jeda untuk mengamati dan menikmati. Menunggu kereta di Antwerpen tidak terasa membosankan. Stasiun ini seolah menyampaikan pesan bahwa infrastruktur kota bisa dibangun dengan indah, mengundang orang untuk betah, dan meninggalkan kesan mendalam.

Baca juga: 8 Jam di Polandia: Singgah di Kotanya Lech Wałęsa

Jejak sejarah di Central Station, City Hall, dan Katedral

bangunan

Inilah Antwerpen. Kota bersejarah dengan bangunan-bangunan kuno dan jalan batu, tetapi tetap hidup dengan energi kekinian. Banyak kafe kreatif dan ruang seni tumbuh di sela-sela sejarahnya. Berada di Antwerpen seperti merasakan Eropa masa lalu yang beradaptasi dengan generasi masa kini.

Antwerpen terletak di utara Belgia, sekitar 45 kilometer dari Brussel. Kota ini berada di tepi Sungai Scheldt yang besar dan dalam, menjadikannya pelabuhan penting sejak lama. Letaknya strategis, berdekatan dengan perbatasan Belanda, sehingga sejak dulu menjadi simpul perdagangan dan transportasi Eropa Barat. Antwerpen berkembang sebagai kota logistik internasional.

Dalam sejarah perdagangan Eropa Barat, peran Antwerpen sangat besar. Sungai Scheldt menjadi jalur utama antarwilayah ketika mobil dan pesawat masih menjadi mimpi. Karena itu, Antwerpen tidak hanya tumbuh sebagai pusat komersial, tetapi juga sebagai ruang pertukaran budaya. Kota ini terbuka terhadap pengaruh luar tanpa kehilangan identitasnya.

Warisan sejarah tampak jelas dari bangunan-bangunan yang masih dipertahankan dan dirawat. Bangunan-bangunan ini bukan sekadar jejak fisik, tetapi arsip hidup yang merekam dinamika sosial, ekonomi, dan budaya pada masanya.

Bangunan publik penting antara lain City Hall, katedral, dan Central Station. Balai kota terletak di Grote Markt, dibangun pada abad ke-16 dengan gaya Renaisans Eropa Utara. Bangunan ini menjadi penanda bahwa Antwerpen pernah berada di puncak kejayaan sebagai pusat perdagangan internasional.

Sementara itu, katedral dengan menara menjulang tinggi dapat terlihat dari berbagai sudut kota. Arsitektur Gotiknya menjadikannya ikon Antwerpen hingga kini, sekaligus pusat kehidupan religius dan budaya masyarakat.

Seni dan mode kelas dunia

seni

Berkunjung ke Antwerpen tidak hanya soal jejak fisik masa lalu. Seiring sejarahnya, seni dan budaya tumbuh subur dan membentuk identitas kota secara mendalam. Dinamika perdagangan membawa gagasan, estetika, dan praktik budaya dari berbagai wilayah Eropa. Semua membaur dan membentuk Antwerpen sebagai kota kosmopolitan.

Sejak abad pertengahan, Antwerpen telah menjadi pusat seni. Banyak seniman besar Eropa lahir dan berkarya di sini. Salah satunya adalah Peter Paul Rubens, pelukis klasik ternama yang jejaknya masih dapat ditelusuri. Ada pula Museum aan de Stroom yang merepresentasikan cara kota memaknai sejarah dan masa depan secara kontemporer.

Dalam dunia pendidikan seni, Royal Academy of Fine Arts Antwerp dikenal sebagai salah satu institusi bergengsi dunia. Dari sinilah lahir banyak desainer dan seniman ternama. Jalan Nationalstraat kini menjadi pusat butik desainer dan sekolah mode, menegaskan posisi Antwerpen sebagai kota mode dunia.

Antwerpen memberi ruang bagi eksperimen, menghargai kreativitas, dan membangun ekosistem seni yang hidup. Mode di kota ini berani, eksperimental, dan berkelas. Identitas visual kota terasa nyata, bukan sekadar konsep, tetapi hadir dalam keseharian ruang publik dan aktivitas masyarakat.

Telapak tangan, awal dari semuanya

sebuah seni

Saya kembali ke Central Station Antwerpen. Kali ini dengan dua koper besar, satu koper kecil, satu ransel, dan tentu tas pinggang. Saya bersiap menunggu kereta cepat menuju Amsterdam, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.

Seperti saat pertama datang, saya kembali melihat patung telapak tangan dengan stilisasi menyerupai burung merpati. Telapak tangan adalah simbol penting dalam legenda lahirnya Antwerpen.

Konon, dahulu ada raksasa yang menguasai Sungai Scheldt dan memotong telapak tangan siapa pun yang melintas tanpa membayar upeti. Suatu hari datang Brabo, pemuda sakti yang menolak membayar. Terjadi pertempuran sengit, sang raksasa kalah. Brabo memotong telapak tangan raksasa dan melemparkannya ke sungai. Sejak saat itu, jalur sungai menjadi aman dan ramai. Di tepi sungai inilah permukiman awal Antwerpen tumbuh.

Baca juga: Oslo: Potret Ibu Kota yang Tidak Perlu Berisik untuk Mengesankan

Telapak tangan kemudian menjadi simbol kebebasan dan keberanian warga Antwerpen. Dari legenda lokal, ia menjelma menjadi identitas kota.

Saya teringat patung di Lapangan Banteng, Jakarta. Seorang pemuda dengan rantai terputus di tangannya, dada terbuka, simbol pembebasan dari penjajahan. Dua simbol dari tempat berbeda, tetapi memiliki irisan makna yang sama.

Usai berkenalan dengan Antwerpen, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Tentang keteraturan kota, tentang bagaimana sejarah dan modernitas dapat berdampingan dengan damai. Perjalanan memang memperluas wawasan dan memperbaiki sudut pandang.

Antwerpen kini sudah ada di hati.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *