Milenianews.com – Adidas memperkirakan akan kehilangan USD 1.3 Miliar dalam penjualan tahun ini kalau Yeezy berhenti produksi. Rapper Kanye West yang sebelumnya adalah pemilik Yeezy mengatakan pada dunia bahwa tahun lalu ia kehilangan USD 1 Miliar setelah putus hubungan dengan Adidas. Ternyata Adidas akan kehilangan lebih daripada Kanye.
Adidas sendiri telah memperkirakan akan kehilangan uang sebesar itu dalam penjualan tahun ini karena pakaian dan sepatu Yeezy tidak akan tersedia. Kurangnya produk Yeezy juga akan mengurangi laba operasi sebesar USD 534 juta, dengan perusahaan ada di titik impas pada tahun ini.
“Angka-angka berbicara sendiri. Kami saat ini tidak melakukan seperti yang seharusnya,” kata CEO Bjørn Gulden dalam sebuah pernyataan.
“2023 akan menjadi tahun transisi untuk menetapkan dasar agar kembali menjadi perusahaan yang tumbuh dan menguntungkan.”
Baca Juga: 5 Jenis Sneakers yang Cowok Wajib Punya!
Saham Turun, Tapi Tidak Akan Hancur Cuma Karena Yeezy
Selain itu, ada peringatan tentang hilangnya pendapatan dari efek Yeezy akan membuat harga saham turun. Pada hari jumat, saham Adidas turun 11,5% ke angka USD 138.50 per lembar. Saham Adidas telah anjlok 45% sejak awal 2023.
Perusahaan olahraga asal Jerman itu sendiri telah memutuskan hubungannya dengan Kanye setelah Oktober lalu ia mengeluarkan pernyataan antisemit di media sosial. Dengan itu, Adidas menghadapi tekanan untuk memutuskan hubungan dengan Kanye.
Tapi fakta yang tidak bisa dielak adalah Yeezy menyumbang sekitar 10% dari pendapatan tahunan tahun lalu. Namun, mereka juga untung USD 246 juta ketika berhasil putus dengan Kanye. Media bisnis mengatakan bahwa, kehilangan Yeezy tidak akan serta merta menghancurkan badan dari Adidas.
“Kita perlu menyatukan kembali potongan-potongan itu, tetapi saya yakin seiring waktu kita akan membuat Adidas bersinar lagi,” kata Gulden. “Tapi kita butuh waktu.”
Baca Juga: Jenis Sepatu yang Cowok Wajib Punya!
Hubungan antara Adidas dan Kanye dimulai pada 2016 lalu. Perusahaan menyebutnya “kemitraan yang paling signifikan yang pernah dibuat antara merek atletik dan non-atlet”
Kanye pertama kali mengatakan dia ingin meninggalkan perusahaan Jerman itu Juni lalu, ketika ia menuduh perusahaan meluncurkan acara belanja bernama Yeezy tanpa sepengetahuannya. Dia akan terus memiliki Yeezy, yang diluncurkannya pada 2016, serta mengontrol merek dagangnya.
Pernyataan kontroversial Ye juga menyebabkan perpisahan dari merek besar lainnya. Dia mengakhiri kesepakatan dengan Gap tahun lalu dan perusahaan tersebut segera menghapus produk Yeezy Gap dari toko dan situs webnya.