Milenianews.com, Jakarta – Di tengah pandemi ini, beberapa penelitian menyatakan bahwa sebanyak 56% masalah keuangan membuat masyarakat mengalami stres. Dan bahkan ini juga menjadi salah satu penyebab retaknya sebuah hubungan, sebanyak 25% mempengaruhi hubungan dengan pasangannya. Maka dari itu, financial freedom itu penting, namun tidak harus kaya.
Berangkat dari hal tersebut, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melangsungkan seminar kemerdekaan digital. Universitas BSI menghadirkan narasumber seorang profesional di bidang financial, yakni Lucky Afriansyah, selaku Dept Head Business Plan PT Bank Syariah Indonesia, Tbk.
Dalam seminar bertajuk “merdeka financial” yang berlangsung secara hybrid ini, Lucky menyampaikan bahwa, merdeka secara finansial atau financial freedom bukan berarti memiliki banyak uang. Makna merdeka dalam konteks ini lebih dari sekadar banyak uang.
Baca Juga : Ingin Tahu Tips Merdeka Secara Finansial? Yuk Ikuti Kemdig Universitas BSI !
“Kemerdekaan finansial diperoleh jika kalian dapat hidup dengan pantas, secukupnya, dan bebas utang,” tutur Lucky, Kamis (18/8).
Ia mengatakan, financial freedom bukan berarti harus sangat kaya dan memiliki harta berlimpah. Merdeka finansial itu adalah kondisi bebas menjadi diri sendiri dan benar-benar bebas menjalankan hal-hal yang disukai.
“Teman-teman tahukan fenomena citayam fashion week? Di sana kita belajar, bahwa finansial bisa menjadikan kita konsumtif, eksistensi dan bukan hanya membeli pakaian tapi ‘fashion’,” ujarnya.
Baca Juga : BSI dan Bank Syariah Indonesia Jalin Kerja Sama Guna Tingkatkan Layanan
Lanjutnya, dapat kita sebut merdeka finansial, jika sudah bisa beli barang, tanpa memikirkan harganya. Dengan tidak ada hutang konsumtif dan memiliki alokasi untuk masa depan.
“Berikut tips agar kamu bisa merasakan ‘merdeka finansial’, punya target keuangan dan buat anggaran, siapkan dana darurat, memiliki good money habits, dan the power of giving,” paparnya.
Menurutnya, setiap orang harus sadar untuk mengikuti kebutuhan bukan keinginan, hindari hutang konsumtif, dan memulai menabung dan investasi sejak dini. Jangan lupa, untuk memberikan sedekah, karena sedekah tidak akan membuat miskin. ACH