Digital Expert Talks #20 : “Seberapa Penting AI bagi Akselerasi Talenta Digital Indonesia?”

Digital Expert Talks #20
Digital Expert Talks #20, (Dok: CfDS UGM)

Milenianews.com, Jakarta – Digital Expert Talks #20 hadir dengan menyoroti pentingnya akselerasi talenta digital Indonesia melalui adopsi dan pembelajaran teknologi (Artificial Intelligence) Ai atau kecerdasan buatan. Hal itu sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang berdampak pada meningkatnya permintaan akan tenaga kerja digital yang harus terampil.

Demi membantu Indonesia dalam menciptakan talenta-talenta digital yang cukup untuk memenuhi permintaan tersebut. Di sinilah berbagai inovasi, salah satunya seperti kecerdasan buatan (AI) diperlukan untuk membantu mengakselerasi talenta digital Indonesia.

Baca Juga : CfDS UGM Gelar Dialog Multisektor, Diskusikan Potensi dan Implementasi ESG

Digital Expert Talks #20

AI dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai kurikulum dan program pelatihan bagi peningkatan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, tentunya harus ada kebijakan dan peraturan yang meregulasi bentuk adaptasi teknologi ini.

Untuk itu, Center for Digital Society (CfDS) UGM bekerja sama dengan KORIKA menginisiasi gelaran webinar Digital Expert Talks #20. Berlangsung secara daring pada, (16/11) lalu, webinar ini turut mengundang Eyla A. Maranny (Program Coordinator Fresh Graduate Academy, DTS Kominfo), Alex Budiyanto (VP Talenta KORIKA), dan Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana (Dosen Fakultas Teknik UGM) sebagai narasumber.

Di samping itu, Rizka K. Herdiani (Research Officer CfDS UGM) hadir sebagai moderator pada webinar yang membahas topik mengenai seberapa penting AI bagi akselerasi talenta digital Indonesia ini.

Paparan dari para narasumber

Kominfo dalam mengatasi kekurangan talenta digital

Eyla A. Maranny menyoroti bagaimana gambaran lanskap industri dan sumber daya digital Indonesia di era perkembangan AI saat ini. Data menunjukkan bahwa jumlah lapangan pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja yang berhubungan dengan AI meningkat secara signifikan belakangan ini. Hal tersebut kemudian menciptakan potensi lapangan pekerjaan baru sekaligus menghilangkan peran manusia pada pekerjaan konvensional yang dapat tergantikan oleh kecanggihan AI.

Sebagai langkah untuk dapat berdaya saing mengikuti perkembangan teknologi dan permintaan industri, investasi pada sumber daya manusia perlu dilakukan melalui berbagai bentuk akselerasi talenta digital Indonesia. Untuk mendukung hal ini, Kominfo berkomitmen mengatasi masalah kekurangan talenta digital di Indonesia melalui beberapa program, pelatihan, dan bentuk kolaborasi multipihak bersama stakeholder dari sektor industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

“Program dan pendekatan solutif oleh Kominfo, seperti Digital Leadership Academy, Gerakan Nasional Literasi Digital, dan Digital Talent Scholarship diharapkan mampu menciptakan 9 ribu talenta digital di tahun 2030 untuk mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.” ujar Eyla dalam rilis yang diterima milenianews.com, Senin (20/11).

Baca Juga : Inspiratif! Kisah Mahasiswa Tunanetra UGM yang Jalani KKN

Keterampilan digital yang harus dikuasai

Pada kesempatan yang sama, Alex Budiyanto menyampaikan, masalah utama terkait sumber daya talenta digital di Indonesia. Permasalahan tersebut tidak jauh dari kebutuhan industri yang tidak sesuai dengan kesediaan sumber daya digital yang mumpuni.

“Keterampilan digital, seperti literasi data, programming, machine learning, AI ethical, dan machine learning perlu dikuasai agar sumber daya manusia Indonesia tetap bisa bersaing di era perkembangan AI saat ini,” ungkap Alex.

Penguasaan keterampilan digital saat ini tidak hanya mampu didapatkan dari pendidikan formal saja, tetapi sudah dapat diakses melalui program pelatihan sertifikasi internasional hingga pembelajaran mandiri berbasis micro-credential. Namun, pembelajaran AI tentu memerlukan pemahaman mendalam mengenai etika, proses kebijakan privasi dan penggunaannya sebagai bekal untuk menghadapi tantangan yang datang dari berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.

Pentingnya literasi digital

Prof. Ridi Ferdiana menyebutkan bahwa literasi digital menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting dikuasai. Terutama dalam mengadopsi AI dalam meningkatkan kualitas talenta digital di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, penguasaan literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan dasar dalam menggunakan gawai/teknologi digital. Namun, juga bisa memahami konsep-konsep seperti etika dalam berinternet dan keamanan digital untuk menciptakan ekosistem digital yang berdaya saing.

Baca Juga : CfDS UGM Hadirkan Kelas Kecerdasan Digital untuk Dukung Akselerasi Talenta Digital Indonesia

“Melalui literasi digital, implementasi dari teknologi AI akan menghasilkan dampak yang lebih maksimal dalam mendorong produktivitas sehari-hari. Bahkan dapat mendukung kepentingan pengembangan karier talenta digital di masa depan,” jelas Ridi di akhir sesi diskusi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *