Bupati Ungkap Masalah Utama Pendidikan di Kabupaten Sumedang

Masalah utama pendidikan di Kabupaten Sumedang.
Sumber: Sumedang Online

Milenianews.com, Jatinangor – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir ungkap beberapa masalah utama pendidikan di Kabupaten Sumedang. menyebutkan salahsatu yang menjadi permasalahan di dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang yakni terkait lama sekolah.

Dilansir dari Sumedang Online(27/2) Bupati Sumedang menyebutkan alasan masyarakat untuk tidak melanjutkan jenjang pendidikan adalah karena budaya dan kultur. Bupati hadir dalam Seminar Nasional Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah Menuju Pendidikan Berkualitas Mewujudkan Sumedang Simpati 2023. Seminar dilaksanakan di Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang, Rabu, 26 Februari 2020 kemarin.

“Berdasarkan survey rata-rata orang Sumedang bersekolah sampai kelas dua SMP. Masalah kedua adalah tentang masalah harapan sekolah. Jadi ketika ditanya, hayang sakola nepi kamana? Jadi ternyata baru 12 tahun. Jadi banyak orang Sumedang ini yang lulusannya sampai SMA, tidak banyak yang berharap sampai S1, S2, dan S3. Mungkin karena biaya, mungkin karena kultur kita,” ujar Bupati Sumedang yang turut hadir di Seminar Nasional ini.

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Ikuti Pendidikan Bela Negara

Tidak hanya itu, masih ada masalah utama pendidikan di Kabupaten Sumedang, sebut Dony, masih ada masalah yang berkaitan dengan pemertaan guru, sarana dan prasarana. Dony juga membahas masalah kompetensi dan lain sebagainya.

“Untuk itulah berangkat dari masalah tadi, kita mencanangkan visi Sumedang Simpati. Sumedang yang sejahtera, agamis, maju profesional dan kreatif. Sejahtera masyarakatnya, agamis akhlaknya, maju daerahnya, profesional aparaturnya dalam memberikan pelayanan pada rakyat. Serta kreatif ekonominya dalam mencipatakan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Lanjut Dony, pihaknya ingin meningkatkan rata-rata sekolah. “Banyak cara ada Wajar Pendidikan 9 dan 12 tahun. Pedidikan gratis, kemudian ada Paket B dan C, kita dapat 10 ribu untuk Paket B dan C, gratis,” tutupnya.

Baca Juga: Pendidikan RI Sepuluh Besar Terbawah Dunia, Mendikbud Siap Lakukan Terobosan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *