Milenianews.com, Bogor- KB-TK Bina Insani menggelar acara pelepasan peserta didik TK Bina Insani angkatan ke-33 sekaligus acara Pentas seni tahun pelajaran 2022/ 2023, di Padjadjaran Suites, Bakrie Nirwana Resorts (BNR), Bogor, Sabtu (17/6/2023).
Kepala TK Bina Insani Femi Balti SH mengatakan, pendidikan anak usia dini, merupakan lembaga pendidikan formal yang tentunya sangat terdampak di masa pandemi beberapa tahun lalu. Perubahan kurikulum, tak bisa dihindari dikarenakan situasi, kondisi dan tentunya kebutuhan. Mulai dari Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat di masa pandemi, Kurikulum Prototipe yang dipakai sebagai kurikulum pemulihan setelah pandemi kemudian akhirnya disempurnakan menjadi Kurikulum Merdeka.
Ia mengungkapkan, terkait perubahan kurikulum tersebut, TK Bosowa Bina Insani sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini mulai dari tahun 2017/2018 semenjak TK Bina Insani menggunakan metode Beyond Center and Circle times (BCCT). BCCT adalah suatu metode atau pendekatan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bertujuan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (kecerdasan jamak) melalui kegiatan bermain yang terarah.
Dengan metode BCCT, kata Femi, pembelajaran sudah berpusat kepada anak; tidak adanya lembar kerja yang diberikan kepada anak untuk meningkatkan tahapan perkembangan mereka; dan dengan metode non direct teaching kegiatan pembelajaran pun menjadi bervariasi.
“Artinya pembelajaran yang berdeferensiasi pun telah kami lakukan sesuai kebutuhan mereka, karena peserta didik dapat memlih setiap kegiatan main yang mereka inginkan saat bermain di sentra, proyek pun telah kami lakukan di sentra sesuai dengan usia mereka,” kata Femi.
Transisi dari TK ke SD
Ia menambahkan, TK Bina Insani juga telah melakukan transisi dari TK ke SD sejak dua tahun terakhir ini. “Dalam hal ini, peserta didik dari TK Bosowa Bina Insani dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di SD mulai dari semester 2,” ujarnya.
Dengan metode pembelajaran moving class, kata Femi, kegiatan pembelajaran di SD Bosowa Bina Insani tetap dengan cara bermain dan menyenangkan. Tentunya hal ini sudah sesuai dengan pendapat para ahli, di mana pendidikan usia dini adalah dimulai semenjak 0-8 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya patahan dan masih menjadi satu tarikan nafas dari jenjang TK menuju ke SD.
“Dengan semua yang telah dilewati oleh para peserta didik angkatan ke 33,maka dari itu sebanyak 44 peserta didik dinyatakan berhasil dan dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya, dinyatakan lulus 100,” tuturnya.
Acara pelepasan peserta didik TK Bina Insani angkatan ke-33 itu dihadiri antara lain Pengawas TK Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor (Hj, Imas Fatima M.Pd); PIC Bosowa School Eko Ariyanto beserta jajarannya, Ketua PABBI TK Dr. Hesti Bahagiawati beserta jajarannya; ketua PABBI SD, SMP dan SMA; principal SD, SMP, dan SMA Bina Insani; para orangtua KB-TK Bina Insani, dan dewan guru TK Bina Insani.
Baca Juga : Guru dan Siswa SD Bina Insani Terus Mengukir Beragam Prestasi
Juga hadir seorang ibu guru yang hebat yaitu Cucu Herawati. “Ia adalah salah satu narasumber tempat kami belajar terkait BCCT,” kata Femi.
Cucu Herawati adalah salah satu guru dari Indonesia yang secara langsung mempelajari BCCT dengan yang merancang metode BCCT yaitu ibu Pamela C.Phelps PH.d. di Florida, Amerika di lembaga pendidikan dan penelitian Creative Center for Chidlhood research and training. “Tentunya dengan kehadiran beliau, insyaallah akan semakin memperkuat dan akan semakin meningkatkan pelayanan kami di TK Bosowa Bina Insani khususnya dalam pengembangan BCCT dan parenting,” ujar Femi Balti.