News  

“Persaingan” Gabus dan Mujair di Danau Sentani

Saat ini menu ikan di rumah makan seputar Danau Sentani lebih dominan ikan mujair. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Sentani- Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua. Danau Sentani memiliki jenis ikan asli atau endemik berupa ikan gabus hitam atau dalam bahasa Sentani disebut kayou dan ikan gabus merah atau kahe.

Ikan gabus asli Danau Sentani mempunyai protein yang sangat tinggi dan penting bagi ibu-ibu yang hamil dan juga bagi mereka setelah melahirkan.

“Di budaya kuliner Sentani, ikan gabus asli, gabus hitam serta gabus merah yang dimasak kuah kuning, dimakan dengan papeda, merupakan pasangan yang sangat serasi dalam tradisi makan bersama,” kata pakar kuliner dan penikmat travelling Dr Wahyu Saidi.

Ia menambahkan, saat ini populasi ikan gabus asli semakin menyusut, sulit dijumpai. “Bisa dilihat dari semakin sedikit hasil tangkapan ikan tersebut oleh nelayan,” ujarnya.

Wahyu menyebutkan, jenis ikan yang dominan di Danau Sentani adalah ikan mujair yang merupakan ikan konsumsi, ikan komersial dan banyak dibudidaya di Danau Sentani.

“Ceritanya ikan mujair mulai diintroduksi di Danau Sentani sejak tahun 1973. Acub Zaenal, Gubernur Irian Jaya 1973-1975 yang mengenalkan dan membawa ikan ini, untuk meningkatkan protein dan penghasilan penduduk. Sehingga,  penduduk Danau Sentani memberi nama ikan mujair itu ikan mujair Acub,” paparnya.

Ikan mujair termasuk ikan yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan cepat berkembang biak. Mujair mulai menggeser ikan gabus danau sebagai menu ikan utama di Sentani dan Jayapura.

“Memang saat ini rumah makan di seputar Danau Sentani dan menu ikannya lebih dominan mujair,” kata Wahyu Saidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *